Tarung Derajat 5 Perunggu, Balap Motor 1 Perak

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 05 November 2018 - 11:43:08 WIB   |  dibaca: 63 kali
Tarung Derajat 5 Perunggu, Balap Motor 1 Perak

RAIH PERUNGGU : Atlet tarung derajat Kota Serang Dara Widia (kiri) dan Miftahul Jannah berhasil meraih medali perunggu, kemarin.

SERANG – Cabang olahraga tarung derajat dan balap motor gagal memenuhi target medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. Berlaga sejak, Jumat-Minggu (2-4/11) di Gedung Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, hanya mampu mempersembahkan lima perunggu.


Lima petarungnya yang mempersembahkan medali perunggu itu adalah Sumyati kelas 45.1-50 kilogram (kg) putri, Miftahul Jannah kelas 52.1-54 kg putri, Dara Widya kelas 58.2-62 kg putri, Imam Dani kelas 49.1-52kg putra, dan M.Ridwan kelas 70.1-75 kg putra.

Padahal target yang diusung pada pesta olahraga empat tahunan ini dua keping medali emas. Begitu pun dengan cabor balap motor yang hanya sanggup mendulang satu keping perak dari kelas 150 cc beregu putra atas nama Rizaludin Sidqi dan Amal Jamalulael. Sebelumnya target yang dicanangkan untuk cabor balap motor adalah satu keping emas.


Mengomentari hasil tersebut, Pelatih Tarung Derajat Kota Serang untuk Porprov V Agus, mengatakan, pihaknya kalah bersaing dalam memperebutkan medali emas dengan kabupaten kota lain termasuk tuan rumah Kabupaten Tangerang.

Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas kegagalannya yang tak mencapai target emas. “Kami dari cabor tarung derajat mohon maaf belum hanya mampu menyumbangkan lima perunggu,” kata Agus, kepada Banten Raya, kemarin sore.


Ia mengaku kesulitan dalam melakukan pemassalan terhadap cabor tarung derajat di Kota Serang. Pasalnya, tak sedikit keluarga atlet yang masih melarang anaknya untuk bergabung menjadi atlet beladiri tarung derajat. “Evaluasi ke depannya mencari karakter dan jiwa atlet yang kuat mental dan daya juang sulit ditemukan di Kota Serang.

Karena atlet atau peserta tarung derajat di Kota Serang turun (peminat), karena unsur dari pihak keluarga. Banyak orang tua atlet yang takut anaknya sobek, pingsan, dan memar karena tarung derajat itu olahraga bodi kontak. Padahal sekarang tarung derajat sudah safety tidak seperti dulu tahun 1996,” ungkap dia.


Hampir senada dikatakan Manajer tim balap motor Kota Serang untuk Porprov V Banten Guruh Juni Perkasa. Ia meminta maaf karena dari tujuh atlet yang diterjunkan hanya mampu mendapatkan satu keping perak. “Kami perwakilan dari cabor balap motor, memohon maaf yang sebesar-besarnya. Atlet sudah berjuang dengan maksimal. Bahkan di kelas 125 cc pebalap kita sudah di posisi ketiga, tapi tiba-tiba saat berlaga mesinya jebol. Akhirnya kami harus puas mengakui keunggulan para pesaing pebalap kami,” tutur Guruh.


Oleh karena itu, pihaknya berharap pembinaan terhadap cabor balap motor ditingkatkan lagi. “Kami berharap ke depan IMI dapat dana pembinaan yang lebih besar, karena kabupaten kota lain anggarannya mencapai ratusan juta,” harapnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook