SMKN 2 Rangkasbitung Jadi Lokasi Diklat THP

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 05 November 2018 - 13:55:14 WIB   |  dibaca: 250 kali
SMKN 2 Rangkasbitung Jadi Lokasi Diklat THP

DIKLAT : Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung Mukmin foto bersama dengan peserta dan pemateri usai Diklat PKB THP, kemarin.

RANGKASBITUNG - Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian (P4TK) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menunjuk SMK Negeri 2 Rangkasbitung menjadi tempat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Kepropesian Berkelanjutan melalui pelatihan dan pendidikan guru  teknologi pengolahan hasil pertanian (THP) tahun 2018.

Kegiatan Diklat PKB THP diikuti 20 guru berasal empat provinsi yakni Bangka Belitung, Riau, Lampung, dan Banten. "SMK Negeri 2 Rangkasbitung ditunjuk P4TK Pertanian Cianjur, karena dinilai sudah berhasil dalam menjalankan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (THP). Diantaranya membuat roti dan selai," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi dan juga selaku Wakasek SMK Negeri 2 Rangkasbitung, kemarin.

Menurut Lisa, roti maupun selai hasil produksi peserta didik SMK Negeri 2 Rangkasbitung mampu bersaing dengan produk yang sama di pasar. Sehingga menjadikan SMKN 2 Rangkasbitung menjadi lebih dikenal masyarakat, karena memang sudah lama dipasarkan."Selain roti, masih banyak produk lainnya. Namun dalam Diklat PKB THP kali ini, peserta fokus mempelajari pembuatan roti dan selai nanas. Dengan instruktur dan fasilitator dari P4TK Pertanian Cianjur," katanya.

Lisa mengungkapkan, jumlah peserta diklat sebanyak 20 guru yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung, Riau, Lampung dan Banten. "Setiap peserta nantinya akan diuji membuat roti dan selai masing-masing sebanyak satu kilo. Bagi yang lulus nanti mendapatkan dua sertifikat, lulus Uji Kompetensi dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian," katanya.

Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung Mukmin menuturkan, tujuan dari Diklat PKB THP meningkatka kualitas guru, khususnya dalam teknologi pengolahan hasil pertanian. “Sehingga kualitas guru meningkat dan otomatis kualitas peserta didiknya pun akan semakin bermutu," katanya.

Sementara itu Instruktur P4TK Pertanian Cianjur Noni Mulyadi menuturkan, kegiatan diklat berlangsung selama sebelas hari terhitung dari semenjak tanggal 22 Oktober-6 November mendatang,“Peserta akan mendapatkan materi dan praktek pembuatan roti dan selai. Mereka yang lulus mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi dan Profesi," katanya. (satibi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook