42 Persen Anak di Banten Belum Miliki Akte Lahir

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 05 November 2018 - 13:59:12 WIB   |  dibaca: 302 kali
42 Persen Anak di Banten Belum Miliki Akte Lahir

SOSIALISASI : Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait (pakai baju batik) saat melakukan sosialisasi sepuluh hak anak kepada peserta didik SMA Negeri 1 Anyer, Kebupaten Serang di lapangan sekolah, belum lama ini.

SERANG – Berdasarkan data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), sebanyak 30 sampai dengan 42 persen anak-anak di Banten belum memiliki akte kelahiran. Dengan demikian, maka anak-anak tersebut tidak akan mendapatkan sembilan hak lainnya.


Menurut Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menilai, hak anak yang sangat penting adalah pemberian akte kelahiran bagi anak. Karena akte kelahiran bagi anak merupakan kebutuhan yang sangat mendasar.


Ia menjelaskan, jika anak tidak memiliki akte kelahiran maka Sembilan hak bagi anak-anak tidak bisa dipenuhi. Misalnya, hak pendidikan, kesehatan, bermain dan hak-hak lainnya. Karena anak tersebut sulit mendapatkan pendidikan dan kesehatan, karena tidak memiliki identitas diri.

Tidak mendapatkan hak atas pendidikan, kesehatan dan delapan hak anak lainnya akan hilang.“Di Banten masih ada 30-42 persen anak yang belum mendapatkan akte lahir,” kata Arist kepada Banten Raya, kemarin.


Dari delapan kabupaten/kota se-Banten, lanjut Arist, Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang memiliki angka tertinggi soal anak yang belum memiliki akte kelahiran. Hal tersebut disebabkan, kurangnya perhatian pemerintah daerah untuk melakukan jemput bola ke rumah-rumah untuk membuat akte kelahiran.


“Terlebih kurangnya kesadaran masyarakat desa mengenai pentingnya akte kelahiran tersebut. Apalagi jarak yang jauh ke kantor desa juga menjadi kendala, masyarakat desa tidak mengurus akte kelahiran,” ungkap Arist.


Masih kata Arist, dalam waktu dekat Komnas PA akan mengunjungi Gubernur Banten untuk meminta kepada Pemprov Banten memerintahkan delapan kabupaten/kota untuk melakukan penjemputan bola membuat akte kelahiran.“Saya juga akan meminta Gubernur Banten untuk memfasilitasi Komnas PA untuk melakukan sosialiasi mengenai pentingnya akte kelahiran bagi anak,” tegasnya.


Terkait adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi anak, Arist mengatakan bahwa anak yang memiliki KTP anak sudah memiliki akte kelahiran, karena syarat untuk mendapatkan KTP anak harus memiliki akte kelahiran.“Jika anak tidak memiliki akte kelahiran maka anka tersebut rentan menjadi korban penjualan orang, karena identitas usianya mudah dimanipulasi olej pelaku kejahatan,” imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook