Tempat Pemakanan Disulap Jadi Tempat Wisata

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 05 November 2018 - 14:11:56 WIB   |  dibaca: 92 kali
Tempat Pemakanan Disulap Jadi Tempat Wisata

DIJADIKAN TEMPAT WISATA : Sekretaris Disperkimta Tangsel, Muqodas Syuhada (menggunakan peci) didampingi Kabid PJU dan Pemakaman Disperkimta Tangsel Muh Saleh Musa (ketiga dari kanan) saat meninjau penataan TPU Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Minggu (4/11).

KOTA TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) meyulap Tempat Pemakaman Umum (TPU) menjadi tempat wisata riligi. Proses penataan TPU diawali dengan menanam rumput dan peyeragaman batu nisan.


Kepala Bidang Penarangan Jalan Umum (PJU) dan Pemakaman pada Disperkimta Kota Tangsel, Muh. Saleh Musa mengatakan, pihaknya menata makam bertujuan supaya makam itu tidak terkesan angker. Pihaknya, sambung Musa, sudah menjalankan program.

Pertama rumputisasi, kemudian penyeragaman batu nisan atau sama semua batu nisannya. “Nantinya juga akan ada penerangan, jadi disini akan dipasang lampu supaya nanti kalau ada yang meninggal pada malam hari, pihak keluarga bisa terbantu untuk memakamkan jenazah artinya tidak gelap,” katanya di TPU Pondok Benda,  Kecamatan Pamulang,  Minggu (4/11).


Selain melakukan penataan, pihaknya akan segera menganggarkan untuk pembangunan turap di TPU yang berpotensi terjadi longsor. Rencananya pembangunan turap tersebut akan diberonjong bukan dibeton, alasannya beronjong lebih fleksibel dari pada beton, karena jika musim hujan airnya dapat mengalir dan tidak ketahan. “Untuk pembangunan turap akan kita anggarkan, kita akan bicarakan dulu, apakah bisa masuk didalam anggaran perubahan tahun 2019 misalkan, nanti akan kita diskusikan dulu dengan teman teman, kita akan mengusulkan nantinya,” tambahnya.


Sekretaris Dinas Perkimta, Muqodas Syuhada mengatakan, saat ini pihaknya mulai mendata TPU-TPU yang dikelola oleh pemkot, mendata mengidentifikasi secara menyeluruh mengenai kondisi dan sebaran eksisting, jangkauan pelayanan, daya tampung, perkiraan kebutuhan, serta masalah yang ada pada seluruh TPU di Kota Tangsel. “Jadi setiap Jumat, kita akan menanam pohon dan mulai eksisting yang ada di TPU, menerima keluhan masyarakat dan karena kedepan itu, kita akan menjadi makam sebagai tempat wisata riligi.

Untuk keluhan masyarakat terkait turap yang berpotensi akan terjadi longsor akan kita tangani dan dianggarkan, nanti coba kita selesaikan karena sudah musim hujan juga, takutnya terjadi longsor,” jelas Muqodas.


Mantan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu melanjutkan, untuk kedapannya pihaknya akan berinovasi dengan membuat mall pemakaman, artinya nantinya dalam satu makam akan ada tujuh lapis makam kebawah dan saat ini masih dalam kajian.

Hal itu didorong karena lahan kita sudah semakin sempit dan sangat terbatas, sementara penduduk semakin bertambah dan anggka kematian pun akan semakin bertambah, oleh karena itu mau nggak mau harus ditingkatkan.

Untuk saat ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang pemakaman mengatur masih tiga tumpuk atau tiga lapis dan sudah dilakukan dibeberapa TPU di Kota Tangsel, namun untuk kedepannya akan menjadi 7 lapis.


“Nah untuk yang tujuh lapis ini, rencananya wilayah yang akan dikembangkan adalah pemakaman di Kecamatan Setu, tepatnya di Sari Mulya dan Babakan, Ini salah satu inovasi dan trobosan kita dibidang pemakaman, pada intinya kedepan itu kita ingin menjamin Kota Tangsel itu masa depannya ada, tidak kesulitan dibidang pemakaman,” pungkasnya. (mg/imron)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook