Tujuh Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Senin, 05 November 2018 - 14:22:54 WIB   |  dibaca: 86 kali
Tujuh Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi

BERSERAKAN : Proses pengkatrolan roda Lion AIr JT-610 PK LQP di posko terpadu Tanjung Priok, Jakarta, kemarin.

JAKARTA – Sudah tujuh jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang telah teridentifikasi.  Empat jenazah di antaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga. Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Pol Lisda Cancer, memastikan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 7 korban pesawat Lion Air JT 610.

Tiga korban teridentifikasi pada Sabtu (3/11). "Kemarin (Sabtu) berhasil teridentifikasi tiga korban kecelakaan Lion Air JT 610, hasil dari pemeriksaan pada 73 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh," katanya di RS Polri, Minggu (5/11).

Ketiga korban itu atas nama Endang Nur Sri Bagusnita, Wahyu Susilo, dan Fauzan Azima. Ketiga jenazah berhasil diidentifikasi berdasarkan hasil sidang rekonsiliasi pencocokan data postmortem berupa data primer sidik jari, dengan data antemortem dari keluarga serta data sekunder dari pihak lain seperti tanda medis dan barang yang dibawa.


Jenazah atas nama Endang Nur Sri Bagusnita berusia 20 tahun, diketahui sebagai warga Kedaung Mes B PT Angsa Daya, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Berhasil diidentifikasi berdasarkan data sidik jari dan tanda medis.


Selanjutnya Wahyu Susilo berusia 31 tahun, adalah warga Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diidentifikasi berdasarkan data sidik jari, tanda medis, dan barang yang digunakan. "Diketahui barangnya berupa baju dan jaket yang masih melekat padanya," ujarnya.


Jenazah ketiga yang teridentifikasi sebagai laki-laki adalah Fauzan Azima usia 25 tahun asal Balai Mansiro, Guguak Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, diidentifikasi melalui sidik jari dan data medis."Jadi semua jenazah memenuhi unsur data primer, yakni sidik jari ditambah data medis," imbuhnya.


Sebelumnya empat korban yang berhasil diidentifikasi yakni Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni, dan Hizkia Jorry Saroinsong.Sementara itu Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Haryanto mengatakan, pihaknya telah menyerahkan tiga jenazah terakhir yang sudah teridentifikasi kepada keluarga korban. ‘’Sudah kami serahkan jenazah almarhum dan almarhumah Endah, Wahyu dan Fauzan kepada keluarganya,’’ katanya.


Lebih lanjut Haryanto menuturkan, jika pihak rumah sakit menyerahkan jenazah berikut surat keterangan atau dokumen kematian kepada Lion Air. Lalu pihak Lion Air memberikan kepada keluarga korban.


Sedangkan Kepala Pusdokes Polri Brigjen dr Arthur Tampi menambahkan, pihaknya akan mengidentifikasi setiap bagian tubuh atau body part. ‘’Semua yang kita terima di rumah sakit akan kita proses identifikasi. Termasuk semua body part yang paling kecil,’’ terangnya. Hingga kini pihaknya sudah menerima data antemortem dari 212 dan diverivikasi menjadi 189 data antemortem. Untuk DNA post-mortem yang diambil dari pemeriksaan menjadi 289 sampel DNA post-mortem.
 
Yakin Terungkap
Sementara itu, Kepala Lab Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Pol Putut Cahyo Widodo mengatakan, jika setiap manusia memiliki DNA yang berbeda-beda. DNA sendiri kata Putut merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika.

Di dalam inti sel, DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom.‘’DNA itu berada di dalam inti sel. Setiap manusia punya DNA, dan DNA tidak ada yang sama kecuali kembar identik. Sehingga dasar ini yang membuat DNA digunakan untuk identifikasi,’’ kata Putu di RS Polri.


Lebih lanjut Putut mengatakan, DNA selain khusus dimiliki masing-masing individu, juga diwariskan. Sehingga di dalam identifikasi ini digunakan sebagai pembanding, yaitu dari keluarganya yang vertikal.‘’Contoh, kalau korban saya, maka yang diambil DNA-nya adalah ibu saya, bapak saya atau anak saya. Itu yang selalu periksa,’’ terangnya.


Sejauh ini, kata Putut pihaknya sudah mengumpulkan DNA pembanding langsung dan pembanding tidak langsung. Pembanding tidak langsung itu berasal dari keluarga, yang langsung itu pembanding benda-benda kepemilikan atau properti dari penumpang.


‘’Ini dikumpulkan seperti contoh sikat gigi, baju yang belum dicuci terutama baju bagian dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit. Sehingga diharapkan di baju itu ada sel-sel yang menempel, itu bisa digunakan pemeriksaan DNA,’’ jelasnya.


Putut mengaku, sejauh ini pihaknya telah mengumpulkan 181 pelapor dari keluarga penumpang. ‘’Namun jangan digunakan angka ini sebagai jumlah penumpang, karena angka ini tidak akan sama dengan jumlah penumpang. Kenapa? Karena ada beberapa penumpang yang dalam satu keluarga,’’ paparnya.


Namun menurut Putut, pada dasarnya, antemortemnya sudah lengkap, karena semua keluarga sudah melaporkan.‘’Sudah dilaporkan 272 angka dari bagian tubuh sudah kami kumpulkan. Ini dari mana asalnya, yaitu yang diperoleh dari kedokteran forensik tadi, kita kumpulkan bersama-sama,’’ imbuhnya.


Pada prinsipnya, sekecil apa pun bagian tubuh itu Putut anggap satu individu. Sehingga keluarga korban diminta tidak khawatir kalau sampai ada individu yang tertinggal.‘’Jadi prinsipnya semua penumpang yang terangkat, yang ditemukan, mudah-mudahan bisa diperiksa DNA semua sehingga dapat dicocokan dengan keluarga yang berhak,’’ pungkasnya. (FIN)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook