Jokowi Masih Kalah di Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 05 November 2018 - 14:26:41 WIB   |  dibaca: 127 kali
Jokowi Masih Kalah di Banten

SALAM SATU JEMPOL : Capres nomor urut 1 Jokowi (kanan) dan perwakilan keluarga besar Tb Chasan Sochib, Ratu Tatu Chasanah (kiri) memeragakan salam satu jempol dalam acara deklarasi dukungan keluarga besar di GOR Remaja Ciceri, Kota Serang, Sabtu (3/11).

SERANG – Calon presiden (capres) nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa di Banten dirinya masih kalah dari rivalnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Berdasarkan hasil survei yang diterimanya, selisih kedua berjarak sembilan persen.“Saya perlu sampaikan apa adanya. Tiga minggu yang lalu hasil survei di Banten masih kalah. Kalahnya memang tidak banyak, hanya sembilan persen,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi dukungan keluarga besar almarhum Tb Chasan Sochib, ribuan pendekar dan ulama di GOR Remaja Ciceri, Kota Serang, Sabtu (3/11).


Mantan Walikota Solo itu menuturkan, meski masih kalah namun hal tersebut dijadikannya sebuah tantangan. Dia pun merasa yakin kondisi akan berbalik mengingat dirinya mengantongi dukungan dari keluarga besar Tb Chasan Sochib dan jaringannya. “Tetapi ini Insya Allah dengan kumpul pada sore hari ini (bisa memberikan dampak positif),” katanya.


Seberapa besar dampak dukungan tersebut, Jokowi akan terus memantaunya. Dia juga mengungkapkan akan secara rinci melihatnya pada pertengahan Desember mendatang.“Tadi saya sudah bisik-bisik ke Bu Tatu (Ratu Tatu Chasanah), Bu Airin (Rachmy Diani), Pak Andika (Hazrumy). Saya mau ngecek nanti di pertengahan Desember. Sudah berubah atau belum. Sekarang ngecek itu gampang banget, seminggu rampung. Saya cek, berarti pertemuan silaturahim hari ini memang betul-betul kita bergerak semuanya,” ungkapnya.


Meski demikian mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar masyarakat menjauhi hoaks dan ujaran kampanye dalam berkampanye. Jokowi mengajak seluruh masyarakat hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran.

Hal ini dilakukan untuk memelihara, merawat Indonesia yaitu persatuan.“Mari kita bersama-sama hijrah pada hal-hal yang baik. Mari kita upayakan dan lakukan kampanye yang positif, hentikan ujaran kebencian. Mari kita satukan ukhuwah Islamiyah, kedepankan kedewasaan kita dalam berkampanye,” tuturnya.


Selain itu, calon petahana itu juga mengajak masyarakat hijrah dari yang suka mengeluh menjadi selalu mensyukuri nikmat. Dari suka berpasangka buruk kepada selalu berprasangka baik dan dari kesukaan pada kegaduhan ke hal-hal yang bersifat menjaga kerukunan.   “Menjalin kerukunan menjalin persaudaran, menjalin ukhuwah,” ujarnya.


Pada kesempatan itu juga Jokowi menyampaikan sejumlah program unggulannya yang kini sudah berjalan, termasuk di Banten. Program yang dimaksud mulai dari kartu Indonesia pintar (KIP), kartu Indonesia sehat (KIS), program keluarga harapan (PKH), program padat karya sehingga program sertifikat tanah.“Banyak yang tahu, banyak yang belum. Oleh sebab itu saya sampaikan, rakyat sudah banyak yang menerima ini, kalau di Banten dihitung berapa yang sudah menerima,” katanya.


Tak ketinggalan, dia juga menyinggung soal program proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Banten. Dia menyebut ada Waduk Karian dan Sindangheula, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Serpong-Balaraja dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.“Perlu waktu, membangun bangunan seperti itu memerlukan waktu, hasilnya juga memerlukan waktu, tidak membalikan tangan kemudian berubah,” tuturnya.


Dari semua program yang sudah digulirkan, politikus PDIP itu menilai ada satu program yang perlu dikembangkan di Banten yaitu Bank Wakaf Mikro. Menurutnya, program tersebut di Banten sudah terlaksana namun jumlahnya perlu dioptimalkan.“Saya juga bertanya apakah Bank Wakaf Mikro sudah ada di Banten, sudah, tapi belum banyak. Program itulah yang harus diperbanyak di Banten,” ujarnya.


Ayah tiga anak itu mengaku heran dengan semua hal yang telah dilakukan pemerintah masih ada ada isu hoaks tentang dirinya. Dia mencontohkan adanya tudingan bahwa dia adalah antek asing. Bagi dirinya, tudingan itu tidak mendasar karena selama kepemimpinannya sebagai presiden selalu berupaya mengambil aset yang semestinya milik bangsa.


Dia mencontohkan, Blok Rokan yang dulu dipegang Chevron kini sudah dikelola Pertamina. Pun demikian dengan Blok Mahakam yang dulu dimiliki Prancis dan Jepang kini 100 persen sudah menjadi milik negara.“Freeport, mestinya kita syukuri bahwa kita sudah mendapatkan mayoritas 51 persen. Mestinya kalau seperti ini didemo di istana, didemo tapi mendemo mendukung gitu loh. Mendukung agar Freeport diambil oleh pemerintah,” katanya.


Untuk tenaga kerja asing yang ada di Indonesia, ia menegaskan, bahwa tenaga kerja asing yang ada di Indonesia tidak sebanding dengan tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu bersyukur karena kehadiran tenaga kerja asing di Indonesia tidak begitu banyak dibandingkan tenaga asing di beberapa negara.“Tenaga kerja di Tiongkok yang ada di sini itu, kurang lebih 24 ribu tapi orang kita di sana 80 ribu. Itu yang  ke Tiongkoknya, yang ke Taiwannya mungkin 200 ribu, yang di Hongkongnya 160 ribu. Berarti kan ya di sana antek Indonesia gitu loh, harus dibalik, kan di sini hanya 24 ribu,” katanya.


Perwakilan keluarga besar Tb Chasan Sochib, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kehadiran Jokowi ke Banten adalah yang kesekian kali dan itu sudah bisa menggambarkan kecintaannya terhadap masyarakat Banten.

Kebanggaannya semakin bertambah ketika Jokowi memilih Ma’ruf Amin yang notabene putra Banten untuk mendampinginya.“Ini bagi kami merupakan kebanggaan, karena selama ini masyarakat Banten bisa dihitung yang duduk di kementerian. Tapi pada kesempatan ini bapak sekaligus memberikan kesempatan masyarakat Banten mengambil salah satu putra terbaik Banten untuk mendampingi bapak,” katanya.


Menurutnya, pemilihan Ma’ruf Amin sebagai cawapres sudah tepat. Jika memang terpilih nanta mereka bisa berbagi tugas. Jokowi di pemerintahan, sedangkan Ma’ruf Amin bisa lebih fokus mengurusi umat.“Jadi berbicara mengurus umat, Pak Jokowi sudah tepat. Sekarang tergantung masyarakat Banten, apa akan memanfaatkan peluang ini?” ujar Tatu yang juga menjabat sebagai Bupati Serang ini.


Diungkapkan Tatu, dalam memberikan dukungan, keluarga besar akan mengerahkan segala potensinya. Dia meyakini, keluarga besar akan memberikan dampak positif bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf di Banten.“Jadi lengkap keluarga kami, ada yang di pemerintahan, ada yang di organisasi kemayarakatan. Ada yang di KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), ada yang di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), ada yang di IMI (Ikatakan Motor Indonesia). Banyak sekali organisasi mereka yang pimpin,” imbuhnya.

 
Selain itu, keluarga besar juga memiliki jaringan yang dibinanya seperti  pendekar yang tergabung dalam Persatuan Pendekar Persilatan Seni dan Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) yang diberinama oleh almarhum Tb Chasan Sochib. “Kemudian juga ada RBB (Relawan Banten Bersatu) yang memenuhi tempat ini (GOR Remaja-red),” tutur Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Banten ini.


Sementara itu, Ketua Umum PPPSBBI Andika Hazrumy mengatakan, dukungan yang diberikan kepada Jokowi-Ma’ruf didasarkan kepada sejumlah pertimbangan. “Sebagai kader Golkar, kakek saya hingga ke anak-cucunya, termasuk saya. Jelas dukungan ini adalah bagian dari menjalankan perintah partai,” kata Andika yang merupakan cucu Chasan Sochib.


Lebih jauh Andika juga mengatakan, dukungan diberikan pihaknya kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf juga didasarkan kepada pertimbangan realistis. Pihaknya menilai Jokowi telah melakukan kinerja yang baik selama menjalani tugasnya sebagai presiden selama 4 tahun terakhir.“Kita bisa lihat bagaimana pembangunan di sejumlah sektor dasar sudah on the track, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan,” ujar Wakil Gubernur Banten ini. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook