Pemkot Kehilangan Pendapatan Reklame

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 06 November 2018 - 14:50:17 WIB   |  dibaca: 89 kali
Pemkot Kehilangan Pendapatan Reklame

HILANG PAD : Warga duduk di pagar pembatas jalan di akses menuju pintu tol Serang Timur yang kini bebas dari reklame, Senin (5/11). Dampak dari program itu, Pemkot Serang harus kehilangan PAD sektor reklame.

SERANG- Pelebaran jalan menuju akses pintu tol Serang timur yang menghilangkan reklame diperkirakan akan menghilangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang dari pajak reklame. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang memperkirakan pendapatan reklame yang hilang mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Non Pajak Bumi dan Bangunan pada BPKAD Kota Serang Tb Agus Suryadi mengatakan bahwa pelebaran jalan menuju pintu tol Serang timur memang memiliki dampak berkurangnya PAD Kota Serang dari sektor reklame. Sebab ada beberapa reklame jenis billboard di jalan tersebut yang terpaksa dibongkar.
"Kalau dibongkar secara otomatis ?pajak reklamenya hilang," ujar Agus melalui telepon seluler, Senin (5/11).

Agus menyebutkan jumlah reklame jenis billboard milik Pemkot Serang di sepanjang jalan tersebut ada 8 dengan ukuran 4x6 meter persegi. Tarif sewa reklame tersebut Rp 7 juta lebih, sedangkan pajaknya sekitar Rp 14 jutaan. Setiap tahunnya ?pajak reklame di Serang timur mencapai sekitar Rp 500 jutaan, baik reklame milik Pemkot Serang dan swasta."Kalau pihak dari swasta besarannya itu bervariasi," katanya.

Dengan pembongkaran reklame di Serang timur ini, maka BPKAD Kota Serang akan memindahkan reklame-reklame tersebut ke tempat lain yang strategis dan berada di keramaian dengan tetap memperhatikan estetika kota."Rencananya ingin kita alihkan ke setiap kecamatan. Supaya di setiap kecamatan ada billboard," katanya.

Agus mengungkapkan bahwa  saat dilakukan pembongkaran reklame ada pihak yang berencana memesan kontrak. Namun kontrak ini kemudian batal karena adanya pembongkaran. Sementara saat pembongkaran tidak ada pihak yang sedang menyewa reklame. "Target pajak reklame Rp 4,2 miliar, dan realisasinya sudah Rp 3,8 miliar," katanya.

Agus menyatakan bahwa target pajak non PBB tahun 2018 sebesar Rp 56,9 miliar. Sampai dengan Oktober, realisasi target sudah mencapai Rp 53,8 miliar. Jumlah itu di antaranya berasal dari pajak hotel Rp 3,5 miliar, restoran Rp 16,9 miliar, dan hiburan Rp 2,4 miliar.

Anggota Komisi III DPRD Kota Serang Maryaman mengatakan bahwa setiap pembangunan selalu memiliki sisi positif dan negatif, tidak terkecuali pelebaran jalan menuju Serang timur. Sisi positifnya secara estetika lebih rapi, bersih, dan tertata.

Namun sisi negatifnya ada PAD yang berasal dari pajak reklame yang hilang karena reklame-reklame itu dibongkar. Karena itu, Pemkot Serang harus mencari jalan keluar untuk mengganti PAD yang hilang."Kalau dipasang di Serang timur itu memang kurang bagus juga secara estetika," kata politisi PKS ini.

Maryaman mengatakan bahwa masih banyak lokasi strategis untuk dipasangi reklame selain lokasi di Serang timur. Ia mewanti-wanti agar pemasangan reklame tidak merusak estetika kota. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook