APBD 2019 Fokus ke RPJMD

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 06 November 2018 - 14:53:16 WIB   |  dibaca: 85 kali
APBD 2019 Fokus ke RPJMD

TETAP OPTIMISTIS : Wakil Gubernur Andika Hazrumy menjelaskan soal APBD 2019 yang fokus untuk mengejar target RPJMD, kemarin.

SERANG- Pemprov Banten menitikberatkan APBD 2019 untuk program-program yang mendukung capaian rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022. Hal itu dilakukan karena tak ingin target dalam dokumen perencanaan itu meleset, mengingat 2019 sudah memasuki tahun ketiga RPJMD.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, proses penyusunan APBD 2019 kini sudah ada kesepakatan dengan DPRD terkait rencana kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (RKUA PPAS). Adapun gambaran umumnya, APBD 2019 difokuskan untuk mengejar target RPJMD.
 
“Sudah disepakati dengan badan anggaran (DPRD) pada Sabtu (3/11) malam. Nanti kan bisa melihat apa saja yang menjadi prioritas. Sekarang intinya di 2019 kami ingin menyelesaikan dulu target RPJMD untuk program-program Pemprov Banten,” ujarnya usai menghadiri rapat pimpinan di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (5/11).


Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten itu mengaku sempat ada ketidaksepakatan RKUA PPAS dengan DPRD dikarenakan ada sejumlah program yang melenceng dari RPJMD. Akan tetapi pada akhirnya dalam penyampaian nota komisi DPRD, seluruhnya mendukung dalam upaya pencapaian target RPJMD.

“Kita dalam kaitan ini (nota komisi) ditampung dan disesuaikan dengan kondisi keuangan dan target apakah sama dengan RPJMD. Kalau tidak sama ya kita drop. (RKUA PPAS) sempat tidak sepakat karena target RPJMD-nya tidak sama,” katanya.


Menurut Andika, pentingnya APBD 2019 didedikasikan untuk mengejar RPJMD dikarenakan 2019 adalah tahun ketiga pelaksanaannya. Jika di tahun tersebut target RPJMD kembali melenceng, maka dia khawatir tak akan bisa merealisasikan program-program yang tertuang di RPJMD.“Kan kita harus punya target RPJMD, harus tercapai, ini (2018) sudah tahun ke dua. Kalau kita terlambat di tahun ketiga, ngejarnya berat,” ungkapnya.


Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, setelah tercapai kesepakatan RKUA PPAS kini pihaknya bersama Bappeda sedang menginput dokumen tersebut ke sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP).

“Kalau sudah sepakat saya juga di ULP (unit layanan pengadaan) sudah bisa mempersiapakan SIRUP. Artinya anak-anak ULP saya perbantukan ke OPD, memperlancar nyusun sirup, menyusun dokumen lelang. Jadi harapan lelang Desember harus bisa lelang. Jadi anak-anak yang mulai kurang kerjaan diperbantukan, biar enggak ada alasan lambat,” tuturnya.


Adapun prioritas pembangunan pada APBD 2019 fokus pada pelayanan dasar yaitu pendidikan, infrastruktur dan kesehatan yang merupakan titik berat RPJMD.“Infrastruktur misalnya di dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang) penyelesaikan jalan provinsi yang tersisa sepanjang 86 kilometer. Untuk jalan provinsi semuanya harus selesai 2019. Nanti kan kalau jalan sudah selesai anggarannya bisa untuk program lainnya," kata dia.


Untuk bidang pendidikan, kata Mahdani, Pemprov Banten berencana menaikan besaran bantuan operasional sekolah daerah (bosda) dari sebelumnya Rp 3,75 juta menjadi Rp 5,4 juta per siswa per tahun. ''Bosda untuk siswa SMK lebih besar yakni Rp 5,4 juta dan SMA Rp 5 juta. SMK lebih besar karena kejuruan jadi kebutuhannya lebih tinggi," paparnya.


Sementara di bidang kesehatan, pemprov menganggarkan untuk fisik sejumlah rumah sakit. “Pengadaan lahan dan pembangunan fisik seperti pembangunan rumah sakit jiwa, pengadaan lahan untuk rumah sakit tipe D di Cibaliung Kabupaten Pandeglang dan di perbatasan Banten dengan Sukabumi Jawa Barat. Kemudian pembangunan panti rehabilitasi narkoba,” tuturnya. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook