Anggaran Mitigasi Bencana Rp600 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 06 November 2018 - 15:16:03 WIB   |  dibaca: 104 kali
Anggaran Mitigasi Bencana Rp600 Miliar

SATUKAN MISI : Pembukaan Ardex ke-7 di Hotel Royal Krakatau Kota Cilegon, Senin (5/11).

CILEGON -Asean Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise atau Ardex yang ketujuh yang dilaksanakan di Kota Cilegon, secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei di Hotel Royal Krakatau, Senin (5/11). Ardex tersebut dalam rangka melatih koordinasi penanganan bencana oleh 10 negara anggota ASEAN.

Pembukaan Ardex 2018 dihadiri Direktur SEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) Adelina Kamal, Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi,  Anggota DPR RI Ei Nurul Khotimah, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi, serta ratusan peserta dari 10 negara ASEAN.

Anggota DPR RI Ei Nurul Khotimah mengatakan, anggaran mitigasi bencana di Indonesia saat ini masih sangat kurang. Anggarannya saat ini hanya sekitar Rp 600 miliar saja. "Makanya dengan adanya latihan ini cukup membantu dalam menanggulangi bencana dan meminimalisasi jatuhnya korban ketika terjadi bencana," jelasnya.

Direktur AHA Center Adelina Kamal mengatakan, Ardex menjadi saran latihan koordinasi penanganan bencana 10 negara anggota ASEAN. Ardex 2018 ini juga menjadi yang pertama dalam penanganan bencana industri. “Sebelumnya, penanganan bencana hanya pada bencana alam saja,” katanya saat konferensi pers Ardex 2018.

Diterangkan Adelina, wilayah ASEAN bisa dikategorikan sebagai salah satu kawasan yang rentan bencana, namun pengalaman bertahun-tahun menghadapi bencana alam juga membangun kekuatan dan kesiapsiagaan bersama.

“Dengan memahami dan melatih mekanisme kerjasama internasional untuk manajemen bencana yang sudah ada, kita sudah selangkah lebih dekat mewujudkan ASEAN yang tangguh, Ardex membantu setiap peserta untuk mengeksplorasi dan mengakui kapasitas masing-masing negara ASEAN saat berhadapan dengan kondisi sesungguhnya,” tuturnya.

Adelina menjelaskan, kehadiran AHA Center yang mengkoordinir negara-negara ASEAN dalam komunitas penanganan bencana, akan memudah proses birokrasi antar negara yang cukup rumit. “Melalui AHA Center, birokrasi seperti penyaluran bantuan akan lebih mudah. Saat Ardex ini, kita diuji dalam hal-hal semacam itu,” jelasnya.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, Ardex merupakan upaya sebagai solidaritas satu ASEAN untuk meningkatkan kesiapan, mitigasi, dan kesiapsiagaan di kawasan Asia Tenggara. “Ardex juga sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas bersama dan membagikan gagasan demi pencapaian penanggulangan bencana yang terbaik,” kata Willem.

Willem juga berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan kerjasama dalam mengurangi kerugian bencana. “Saya berharap bahwa kegiatan ini berlanjut untuk menanamkan kepada kita terhadap pentingnya kerjasama dalam mengurangi kerugian bencana dan meningkatkan upaya kolektif terhadap bencana untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Kawasan,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi ditemui usai menghadiri pembukaan Ardex ketujuh mengatakan, pihaknya mendorong pembelajaran simulasi bencana bisa diterapkan di sekolah-sekolah. Apalagi, Cilegon sendiri menjadi wilayah yang rawan bencana. Jika diperlukan, penanganan bencana juga bisa dimasukkan dalam kurikulum sekolah.


“Jika tidak masuk kurikulum, bisa jadi ekstrakulikuler di sekolah. Sehingga, sosialisasi penanganan bencana tidak saat Ardex saja. Siswa-siswi di sekolah juga bisa mendapat pembelajaran penanganan bencana secara mendalam,” jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook