Tahu Tempe Berpotensi Formalin

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 07 November 2018 - 12:09:47 WIB   |  dibaca: 38 kali
Tahu Tempe Berpotensi Formalin

FORMALIN: Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat memeriksa tahu dalam kemasan plastik dan beberapa makanan kemasan yang diduga menggunakan formalin.

RANGKASBITUNG- Makanan jenis tahu maupun tempe yang dijual di pasaran berpotensi menggunakan bahan pengawet atau formalin. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak kini rutin melakukan pemeriksaan dan serta pengawasan di pasar-pasar di Lebak. Apalagi pernah ditemukan tahu dari luar Lebak yang beredar di Pasar Rangkasbitung menggunaan formalin.


Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat kepada Banten Raya membenarkan bila tahu maupun tempe sangat berpotensi menggunakan bahan pengawet dengan tujuan agar tahu dan tempe kondisinya tahan lama.“Kami akan memperketat pengawasan karena tahun lalu kami pernah mendapati tahu dari luar Lebak yang dipasarkan di Rangkasitung positif menggunakan formalin. Khawatir tahu berformalin kembali beredar, kami akan kembali memperketat pengawasan terhadap peredaran tahu di Lebak,” ujar Dedi, kemarin.


Pihaknya pun akan memperketat pengawasan tahu yang diproduksi di wilayah Lebak. Sebab tahu lokal juga sangat berpotensi menggunakan formalin. “Harus kami akui bahwa tahu produksi lokal juga pernah kami temukan menggunakan bahan pengawet jenis formalin,” katanya.


Sekretaris Disperindag Lebak Orok Sukmana menjelaskan bila tahu dan tempe adalah jenis makanan yang murah serta digemari banyak masyarakat. Untuk itu, bila peredarannya tidak diawasi dan tidak dilakukan pemeriksaan fisik tahu tersebut, dampaknya akan membahayakan kesehatan masyarakat atau konsumen.


“Kami harap semua pemilik pabrik tahu tidak boleh berbuat curang terhadap konsumennnya. Sebab dengan menggunakan bahan pengawet secera sengaja kepada tahu yang diproduksinya, maka hal itu sudah merupakan tindakan yang merugikan para konsumen,” kata Orok. (hudaya)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook