Unbaja Jadi Tuan Rumah Diseminasi Pajak

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 07 November 2018 - 13:23:02 WIB   |  dibaca: 349 kali
Unbaja Jadi Tuan Rumah Diseminasi Pajak

SEMANGAT : Peserta, pembicara dan perwakilan mahasiswa foto bersama usai mengikuti sosialisasi Desiminasi Pajak Daerah, Selasa (6/11).

SERANG – Universitas Banten jaya (Unbaja) menjadi tuan rumah dalam sosialisasi diseminasi pajak daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten. Kegiatan yang dilaksanakan di auditorium Kampus 1 tersebut bertemakan “Bayar Pajak, Bebas Bergerak”.


Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang narasumber yaitu H. Abadi Wuryanto Kabid Pendapatan Pajak Daerah, Bapenda Provinsi Banten, Romy Agus Widjaja Kasubag Sumbangan Wajib, Hukum dan Humas serta Kompol  Warsono Ditlantas Polda Banten.


Rektor Unbaja Sudaryono dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialiasi pajak daerah ini agar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk dapat memahami pentingnya tertib pajak. Terutama pajak kendaraan bermotor.“Hal ini mengingat berbagai fasilitas yang dibangun pemerintah, salah satunya bersumber dari pajak daerah,” kata Rektor Unbaja, Selasa (6/11).


Lebih lanjut Sudaryono mengatakan, pajak daerah merupakan salah satu sumber penting pemasukan atau pendapatan daerah. Dimana dengan adanya pajak tersebut dapat difungsikan sebagai sumber pembiayaan terhadap pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.“Setiap daerah memiliki potensi-potensi pemasukan yang dapat dioptimalkan keberadaannya, maka perlu dilakukan adanya perluasan objek pajak daerah,” ujarnya.


Berawal dari kepentingan tersebut, lanjutnya, terbentuklah pembagian bidang perpajakan menjadi pajak provinsi dan pajak kabupaten atau kota. Adanya pemberlakuan hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan wewenang pemerintahan daerah yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian daerah.


H. Abadi Wuryanto salah seorang pembicara menguraikan tentang lima kewenangan pajak untuk pemerintah provinsi, meliputi Pajak Kendaraan Bermotor; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; Pajak Air Permukaan dan Pajak Rokok.


Abadi menjelaskan bahwa sumber pendapatan terbsesar pemerintah berasal dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Lebih lanjut Abadi mengatakan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik kendaraan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana.“Sementara pajak air permukaan dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, digunakan untuk dana kelestarian lingkungan sementara pajak rokok digunakan untuk urusan kesehatan,” ungkapnya.


Sementara itu, Kompol Warsono menjelaskan, regident kendaraan bermotor adalah fungsi kepolisian untuk memberikan legitimasi asal usul dan kelaikan, kepemilikan serta pengoprasian kendaraan bermotor. “Tertib dministrasi dalam rangka mewujudkan perlindungan dan kepastian hokum,” katanya.


Terakhir, Romi Agus Wijaya Kasubag SW memaparkan mengenai membayar pajak sudah termasuk delam Jasa Raharja, sehingg jika terjadi kecelakaan lalu lintas bisa mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja.“Jasaa Raharja juga menyediakan hak santunan dengan ketentuan yang sudah berlaku, sehingga segeralah untuk hubungi kantor Jasa Raharja terdekat jika anda atau keluarga anda mengalami kecelakan lalulintas,” katanya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook