Cegah Korupsi, 38 Pejabat Dilatih Tunas Integritas

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 07 November 2018 - 14:29:52 WIB   |  dibaca: 98 kali
Cegah Korupsi, 38 Pejabat Dilatih Tunas Integritas

PELATIHAN : Puluhan Pejabat eselon III Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sedang serius mengikuti Cegah Korupsi, 38 Pejabat Tangsel Dilatih Tunas Integritas di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Kecamatan Setu, Tangsel.

KOTA TANGSEL- Sebanyak 38 orang pejabat eselon III Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberikan pelatihan Tunas Integritas di Graha Widaya Bhakti Puspitek, Kecamatan Setu, Tangsel. Pelatihan yang digelar oleh Inspekorat Tangsel itu dilaksanakan sebagai salah satu upaya mencegah perilaku korupsi di lingkungan pemkot setempat.


Kepala Inspektorat Tangsel, Uus Kusandi mengatakan, training of trainer (TOT) tunas integritas sebelumnya telah dilaksanakan dan diikuti oleh walikota, DPRD, pejabat esselon II, dan pejabat lainnya. Untuk kali ini diikuti oleh 38 pejabat esselon III.


Menurut Uus, tujuan diadakannya TOT Tunas Integeritas ini untuk membentuk pribadi aparatur Kota Tangsel yang berkarakter kuat dan memiliki sikap anti korupsi. Diharpakan, setelah mengikuti pelatihan ini, para pejabat tersebut bisa menjadi agen perubahan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. "Mudah-mudahan peserta bisa menjadi trainer atau pelatih di OPD masing-masing. Minimal bisa mengingatkan kepada pegawai untuk bisa bisa berintegritas," kata Uus kepada wartawan, Selasa (6/11) .


Uus menambahkan, dengan adanya integritas yang kokoh untuk tidak melaksanakan korupsi diharapkan mampu untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan memiliki kinerja tinggi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. “Tidak pada korupsi dan dapat menularkannya kepada seluruh jajaran di lingkungan kerjanya,” pungkasnya.


Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa tunas integritas merupakan agen perubahan yang ada di organisasi untuk menjadi pendorong dalam terbentuknya budaya organisasi yang berintegritas. "Para peserta ini, dari orang-orang terpilih yang memiliki jabatan atau posisi strategis dalam mempengaruhi atau mengambil kebijakan,” katanya.


Pembangunan budaya integritas, lanjut Airin, merupakan cara yang strategis dalam pencegahan perilaku korupsi. Pembangunan budaya integritas dapat dilakukan dengan internalisasi nilai, membangun sistem integritas, dan kepemimpinan yang berintegritas pada semua tataran komponen."Para peserta ini, diawali melalui TOT atau workshop tunas integritas sehingga memiliki kompetensi sebagai agen perubahan," jelasnya.


Menurutnya, beberapa waktu yang lalu,kegiatan serupa telah diikuti oleh  kepala OPD, pada kesempatan ini merupakan lanjutan yang diikuti pejabat esselon III. Dia berharap, peserta TOT ini dapat menjadi penggerak integritas dilingkungan OPD nya masing masing. "Selama pelaksanaan TOT ini, saya harapkan semuanya peserta dapat mengikuti dari awal sampai akhir,” pungkasnya. (mg/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook