Keluarga Korban Lion Air Bisa Gugat Perdata

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 07 November 2018 - 14:34:56 WIB   |  dibaca: 134 kali
Keluarga Korban Lion Air Bisa Gugat Perdata

MASIH TERPUKUL : Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menangis saat berlangsunya sesi konfrensi pers dengan Badan SAR Nasional di Jakarta, Senin (5/11) lalu.

JAKARTA - Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 bisa mengajukan gugatan perdata kepada manajemen maskapai berlambangkan singa itu. Sebab kecelakaan terjadi bukan karena alam, melainkan faktor pesawat. Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Parahiyangan Asep Warlan Yusuf kepada FIN, melalui sambungan telepon, Selasa (6/11).


Asep mengatakan, penumpang yang berada di pesawat dan menggunakan jasa Lion Air itu jelas berharap bisa diantar ke tujuan dengan harapan selamat tanpa kurang satu apapun. Apabila terjadi sesuatu yang di luar kendali manusia seperti bencana alam dan sejenisnya maka pihak maskapai bebas dari tanggungjawabnya sebagai penyedia jasa. "Jika dilihat dari artikel-artikel berita pihak maskapai sudah mengakui adanya kesalahan teknis sebelum pesawat itu lepas landas. Nah di sini pihak maskapai tidak bisa lepas dari tanggungjawabnya sebagai penyedia jasa transportasi udara," kata Asep Warlan.


Asep menjelaskan, apabila timbul gugatan dari keluarga penumpang yang menjadi korban, itu masuk dalam gugatan perdata. Gugatan perdata karena ada kesalahan atau kelalaian teknis dari pihak maskapai,  keluarga korban harus bisa menunjukkan bukti- bukti force majeur atau overmacht-nya di pengadilan.


Namun sebelum mengajukan gugatan tersebut, Asep menyarankan keluarga korban untuk melakukan mediasi dengan pihak maskapai. "Sebelum melakukan tuntutan atau gugatan sebaiknya keluarga korban melakukan mediasi dengan pihak maskapai.

Apabila tidak ketemu baru bisa dilanjutkan ke pengadilan. Di sana keluarga korban harus bisa menunjukkan bukti- bukti adanya kelalaian dari pihak Lion Air," kata Asep Warlan."Tuntutan yang bisa diajukan, dikatakan Asep bisa berupa materiil dan imateriil. Materil bisa berupa barang-barang yang dibawa korban dan imateriil itu ya nyawa dari korban pesawat tersebut," tandas Asep.


Adanya kemungkinan muncul gugatan perdata dari keluarga korban pesawat Lion Air itu juga didukung mantan anggota Komisi III DPR RI dari PPP Djoko Edhi Abdurahman. Menurut dia, dalam kasus jatuhnya Lion Air kemarin ada dua aspek hukum yang dilanggar maskapai secara bersamaan. "Aspek hukum pertama pidana karena kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa penumpang dilihat dari mundurnya Direktur Teknik Lion Air dan aspek hukum perdatanya yang harus dialamatkan ke CEO dari Lion Air, Edward Sirait," kata Djoko Edhi Abdurahman kepada FIN.


Djoko Edhi menegaskan gugatan perdata kepada Edward Sirait dikarenakan dia sebagai CEO dan penanggungjawab utama dari maskapai yang berlogo singa itu."Dia ( Edward Siraid-red) merupakan CEO dari maskapai Lion Air. Direktur Teknik jelas harus lapor kepada CEOnya dong sebagai penanggungjawab dan atasannya dia. Ada beberapa pernyataan dari Edward Sirait itu yang bisa dijadikan bukti untuk gugatan perdata bagi keluarga korban di pengadilan," tutup Djoko Edhi Abdurahman.(FIN)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook