KEK Lambat, Tol Serpong-Balaraja 0 %

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 07 November 2018 - 14:38:49 WIB   |  dibaca: 191 kali
KEK Lambat, Tol Serpong-Balaraja 0 %

HARUS KOMITMEN : Gubernur Banten Wahidin Halim (paling kiri) memberikan arahan dalam rapat koordinasi capaian PSN di Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Lama, Kota Serang, Selasa (6/11).

SERANG – Progres pelaksanaan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di Banten hingga akhir 2018 mendapat perhatian khusus dari Pemprov Banten. Sorotan diberikan kepada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang dinilai progresnya sangat lambat. Kemudian juga pada Tol Serpong-Balaraja yang kini masih nihil progres.Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi capaian PSN di Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Lama, Kota Serang, Selasa (6/11).


Dari data yang dipaparkan Direktorat Jenderal Bina Marga, dari lima PSN berupa pembangunan jalan tol, belum ada yang mencapai progres 100 persen. Rinciannya, Tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,14 kilometer memiliki estimasi kebutuhan 2.823 bidang tanah seluas 104,11 hektare. Kini progres  pembebasan lahannya sudah mencapai 97,43 persen dan fisiknya 71,79 persen.


Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sepanjang 14,19 kilometer dengan estimasi kebutuhan 2.497 bidang lahan seluas 122,70 hektare. Progresnya kini mencapai 51,48 persen dengan fisik sebesar 19,08 persen. Tol Cinere-Serpong dengan panjang 10,14 kilometer dengan estimasi kebutuhan 2.117 bidang lahan seluas 66,64 hektare. Realisasinya sampai saat ini mencapai 88,46 persen dan fisiknya 29,75 persen.  


Kemudian Tol Serang-Panimbang dengan panjang 83,68 kilometer memiliki estimasi kebutuhan 6.410 bidang lahan seluas 751,24 hektare. Progresnya kini untuk pembebasan lahan mencapai 50,73 persen.  


Sementara untuk Tol Serpong-Balaraja dengan panjang 39,82 kilometer memiliki estimasi kebutuhan 4.277 bidang lahan seluas 57,66 hektare. Untuk tol yang satu ini masih nihil atau nol persen progres baik dari pembebasan lahan maupun fisik.


Sedangkan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, Cidurian (BBWSC3) mengungkapkan pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak, kini progres fisiknya sudah mencapai 49 persen. Sementara Waduk Sindangheula realisasi pembangunan fisik sudah di angka 97 persen.


Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, dari hasil paparan terdapat sejumlah PSN dengan progres minimal. Meski demikian, ada juga beberapa diantaranya yang progres cukup baik di atas 50 persen. “Memang masih ada yang minimal, perlu disemangati lagi,” ujarnya.


Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menuturkan, adapun kendala yang dihadapi sehingga menganggu progres pelaksanaan masih masalah klasik yaitu soal lahan. Sebab, dari desain jalur tol ada yang melintasi pabrik hingga makam yang dianggap keramat.


“Biasa, kendala lapangan. Misalnya, trase yang didesain lalu di lapangan ada pabrik yang terbelah. Tapi sekarang sudah, tinggal tahapannya harus dimulai lagi dari sekarang. Seperti appraisal masalah harga juga, ada masyarakat yang berberatan harga sehingga kita konsinyasi,” katanya.


WH, sapaan akrab Wahidin justru memberikan sorotan tajam untuk KEK Tanjung Lesung yang dinilai progresnya sangat lambat. Dari pertemuan ke pertemuan dengan pengembang, progres yang disampaikan tidak ada kemajuan. “Memang saya melihat ada keterlambatan,” ujarnya.


Dia pun mengancam kepada pihak pengembangan untuk serius dan memberikan progres positif dalam pelaksanaan pembangunannya, Jika tidak, WH tak segan mengusulkan agar status PSN KEK Tanjung Lesung dicabut.“Progres harus sesuai target-targetnya karena nanti Pak Jokowi nanya ke saya. Sudah Pak (Jokowi) dicabut saja PSN-nya. Kalau enggak ada prestasinya, saya boleh mengusulkan dong. Saya juga jadi Ketua Dewan (KEK Tanjung Lesung), mana laporannya, mana kegiatan yang sudah di (kerjakan),” tuturnya.


Penekanan yang diberikannya itu diberikan WH setelah berkaca dari pembangunan KEK yang tersebar di beberapa provinsi yang juga minim progres. “Karena dari tujuh kawasan ekonomi baru satu yang sudah, itu (KEK) Mandalika (di Nusa Tenggara Barat), tapi sebelahnya? Jadi jangan jadikan Banten sebagai tempat untuk invetasi yang enggak jelas. Saya minta mulai hari ini laporkan perkembangannya. Jangan nanti izin itu disalahgunakan,” tegasnya.


Lebih lanjut diungkapkan mantan Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang itu, secara umum pelaksanaan PSN di Banten akan terus dimonitoring dan dilakukan evaluasi secara berkala. “Kita pacu, makanya besok (hari ini-red) akan lakukan monitoring. Kita pantau, lalu kita review lagi. Satker (satuan kerja) optimis selesai sesuai target  ada yang di 2019 dan 2020,” imbuhnya.


Kasubdit Pengadaan Tanah pada Direktorat Jenderal Bina Marga Sri Sadono mengatakan, pada dasarnya kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PSN berupa jalan tol adalah masalah lahan. Meski demikian, hal tersebut akan diselesaikannya di mana beberapa diantaranya sudah dilakukan konsinyasi.“Misalnya di Tol Kunciran-Serpong adanya konsinyasi atas Ibu Komang. Sudah berada di MA (Mahkamah Agung),” ujarnya.


Sementara untuk Tol Serpong-Balaraja yang masih nihil progres, diakuinya saat ini sudah memasuki tahap appraisal dan ditargetkan rampung pada pekan ini. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan warga terkait pelepasan lahan.“Musyawarah 7 sampai 14 hari, setelah itu pemberkasan dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) bagi yang sepakat di musyawarah. Selanjutnya ada validasi kira-kira tujuh hari, kalau tidak ada sanggahan, kalau ada sanggahan 14 hari. Terakhir tinggal proses pembayaran,” ungkapnya.


Sementara itu, usai rapat koordinasi kepada wartawan Bupati Pandeglang Irna Narulita mengkritisi, kurangnya koordinasi para pelaksana PSN di Banten dengan pemerintah daerah setempat. “Tadi saya juga menyampaikan keluhan ke Satker Tol Serang-Panimbang yang harus update. Apa kendalanya, di mana, pembebasan lahan sudah berapa persen, konstruksi kapan, kan kurang update,” keluhnya.


Mantan calon Wakil Gubernur Banten pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011 itu juga menyoroti soal progres pembangunan KEK Tanjung Lesung yang lambat. Menurutnya, PT Banten West Java (BWJ) selaku pengembang harus lebih berkomitmen.“Pak Gubernur juga menyesali kenapa lambat. Harus komitmen, harus punya modal yang besar dong. Mereka mungkin konsorsium, tidak sendirian di situ karena mungkin terkendala  permodalan. Saya tidak tahu tapi saya dorong tahun ini harus ada progres,” katanya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook