Jokowi Perlu Kerja Keras di Banten

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Kamis, 08 November 2018 - 16:18:52 WIB   |  dibaca: 81 kali
Jokowi Perlu Kerja Keras di Banten

SERANG – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli menilai calon presiden (capres) nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi) butuh kerja keras untuk bisa memenangi perolehan suara di Banten pada Pilpres 2019. Sebab, Banten masih menjadi lumbung suara bagi rivalnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.


Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Banten beberapa waktu lalu Jokowi mengungkapkan berdasarkan survei yang diterimanya, di Banten dia masih kalah dari Prabowo. Selisih keduanya berjarak hingga sembilan persen.


“Pertama pada Pilpres 2014, Banten merupakan salah satu basis pendukung Prabowo. Banten salah satu provinsi di mana prabowo menang. Dengan demikian, masih banyak pendukung prabowo yang nampaknya belum mengubah pilihannya,” ujarnya.


Pemegang gelar profesor riset itu menjelaskan, masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus mulai dikerjakan jika memang Jokowi ingin merebut basis massa di Banten. Dari pengamatannya, salah satu alasan mengapa Jokowi masih kalah juga di Banten adalah adanya isu-isu negatif yang harus mulai ditangkis.“Isu-isu negatif yang menyudutkan Jokowi cenderung masih kuat dan belum mampu bagi tim Jokowi meyakinkan dan meng-counter tentang isu negatif tersebut,” katanya.


Kemudian juga, kata dia, masyarakat Banten nampaknya belum semua mengetahui jika pendamping Jokowi, yaitu KH Ma'ruf Amin adalah putra Banten.“Mesin partai dan relawan bisa jadi belum mengerjakan kerja-kerja politik yang masif, sistematis dan terukur. Jangan-jangan parpol pendukung tidak maksimal kerja politiknya. Lebih mengutamakan partainya dan dirinya sebagai caleg DRPD dari pada mengampanyekan capres dan cawapresnya,” ungkapnya.


Lili meyakini, jika mesin partai bekerja dengan baik maka sedikit banyak akan bisa memengaruhi hasil survei ke depannya. “Agar berpengaruh maksimal maka kunjungan-kunjungan (capres atau cawapres) harus ditindaklanjuti dengan kerja-kerja politik oleh parpol dan relawan. Kalau hanya seremonial saja tidak akan berpengaruh,” tuturnya.


Sementara itu, pengamat politik dari Untirta Suwaib Amiruddin mengatakan, munculnya sosok KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi tak bisa menjadi garansi perolehan suara yang signifikan di Banten. Sebab Prabowo masih memiliki basis massa yang kuat.


“Tak seinstan itu. Saya kira memang kalau bicara militansi politik saat ini, secara sosiologis masyarakat lebih cenderung mengarahkan kepada figur yang sering tampil di publik. Yang betul-betul memiliki kemampuan dan kapasitas,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, ada beberapa poin yang membuat kehadiran Ma'ruf Amin tak serta merta mendongkrak perolehan suara Jokowi di Banten. Salah satunya, mantan anggota DPR RI itu dinilai kurang begitu banyak berkiprah di Banten.


“Ma’ruf Amin memiliki pengalaman di Rais Aam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan karier di politik. Akan tetapi masih perlu membangun militansi masyarakat,” katanya.
Meski demikian kekurangan tersebut, kata dia, tak berarti mengecilkan potensi Banten menjadi lumbung suara Jokowi. Ma'ruf Amin memiliki modal yang tak bisa dipandang sebelah mata, yang terletak pada dukungan kaum nahdliyin. Di Banten, kalangan nahdlyin juga cukup besar.


“Pak Ma'ruf Amin orang Banten, Banten itu memang sebagian besar di nahdliyin, jadi kemungkinan besar kalau kita arahkan ke nahdliyin, Pak Maruf Amin bisa punya kekuatan. Jadi, langkah yang bisa ditempuhnya untuk mendapatkan suara di kalangan ini adalah dengan membangun solidaritas,” ungkap pembina yayasan sosial Suwaib Amiruddin Foundation ini.
Potensi kaum nahdliyin harus benar-benar bisa dioptimalkan. Pasalnya, Ma'ruf yang muncul sebagai ulama nahdliyin dinilai akan sulit untuk mengintervensi kelompok lain.


“Saya kira Pak Ma’ruf Amin sulit melakukan intervensi ke tempat lain, karena beliau dibangun karena eksistensi nahdliyin itu. Kalau melihat situasi politik kontemporer maka Pak Ma’ruf Amin perlu bekerja keras juga,” tuturnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook