Miras Impor Palsu Dijual di Tempat Hiburan Terkenal

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 09 November 2018 - 12:54:49 WIB   |  dibaca: 54 kali
Miras Impor Palsu Dijual di Tempat Hiburan Terkenal

EKSPOS : Wakapolres Cilegon, Kompol Fredya Triharbakti saat gelar kasus sindikat pengoplos miras barang bukti ratusan botol miras diperlihatkan.

CILEGON - Minuman keras (miras) impor palsu yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Cilegon dari sebuah rumah kost di Ciwandan ternyata diedarkan ke sejumlah tempat hiburan malam terkenal di Cilegon.

Miras rumahan dengan merek Martell, Chivas Regal, dan Jack Daniels palsu itu hasil oplosan dari berbagai bahan berbahaya, seperti alkohol 70 persen, dan lotion anti nyamuk.
Hal itu terungkap dalam ekspos pengungkapan pembuatan miras impor palsu, yang digelar Polres Cilegon, Kamis (8/11).


Dari pengungkapan industri rumahan miras di rumah kostan di Lingkungan Gelereng, Kelurahan Randa Kari, Kecamatan Ciwandan itu, petugas mengamankan lima orang pelaku, 98 botol miras siap edar, dan berbagai bahan dan alat yang digunakan.


Salah satu pelaku yang biasa dipanggil Boy, mengakui, miras oplosan racikannya disuplai ke tempat hiburan malam. Produksi miras oplosan yang dilakukannya sudah berlangsung sejak empat tahun terakhir.“Sebenarnya saya cuma meracik saja, kalau yang masarin ada sendiri, empat teman saya, itu jualnya ke tempat hiburan malam,” kata Boy di Mapolres Cilegon.


Boy mengungkapkan, bahan-bahan yang digunakan untuk miras oplosan tersebut, seperti air mineral, minuman eneri, minuman beralkohol, minuman bersoda, lotion anti nyamuk, dan alkohol. Bahan-bahan itu diracik jadi satu dalam sebuah ember. “Semua bahan dicampur nanti dipanaskan, setelah itu didiamkan, terus dimasukkan ke botol yang beda-beda merk,” kata Boy.

Setelah masuk ke botol, ia menyegel botol dari dengan cara memanaskan plastik segel miras impor.Dalam sehari, Boy mengaku bisa memeroduksi sekitar 40 botol. Dari hasil penjualannya, ia bisa mengantongi sekitar Rp 500 ribu per hari. “Per botol kita jual Rp 60 ribu ke pemasarnya, nanti pemasarnya jual ke tempat hiburan berapa saya tidak tahu,” ujarnya.

Ditanya mengenai botol dan segel miras impor itu, Boy mengaku mendapatkannya dari kenalannya di Jakarta.Untuk bahan baku seperti minuman bersoda maupun air mineral didapat dari warung-warung di Cilegon.


Terkait penjualan, ia serahkan semuanya ke empat rekannya yang memunyai peran masing-masing. “Saya gak tau jualnya ke mana saja, itu ada yang pesan ke teman saya,” kata Boy.
Pelaku lain, ER sebagai pemasar miras impor palsu mengaku  dijual ke hiburan malam terkenal di Cilegon dan Serang. “Tempat hiburan malam wilayah Cilegon kita pasarinnya. Ini sesuai pesanan kita suplainya,” jelasnya.

Wakpolres Cilegon, Kompol Fredya Triharbakti mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi masyarakat. Kemudian diperdalam oleh petugas kurang lebih selama satu bulan. “Mereka ini memang baru buka, mereka baru satu minggu. Mereka juga dalam operasinya berpindah-pindah kost,” terangnya.

Dikatakan, aktivitas para pengoplos miras ini diketahui warga lantaran di kamar kost yang ia tempati sering tercium bau alkohol. Dia mengungkapkan bahwa dalam peracikan miras impor oplosan itu pelaku menggunakan bahan baku berbahaya yang biasa digunakan untuk medis seperti alkohol 70 persen, kedua mereka menggunakan lotion nyamuk, kemudian untuk pemanis rasa mereka menggunakan sirup.


Saat ini, Polres Cilegon juga sedang mendalami distribusi miras oplosan ke tempat hiburan malam di Kota Cilegon.“Pelaku paracik miras oplosan diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Mereka ini kita kenakan undang pangan, undang-undang perlindungan konsumen dan undangan perdagangan,” imbuhnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook