Penyerapan Anggaran Baru 50 Persen

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 09 November 2018 - 13:23:35 WIB   |  dibaca: 58 kali
Penyerapan Anggaran Baru 50 Persen

JADI SOROTAN : Suasana pembahasan rapat koordinasi penyerapan anggaran 2018 di Aula BPKD Pandeglang, Kamis (8/11).

PANDEGLANG - Serapan anggaran pembangunan di lingkungan Pemkab Pandeglang dinilai relatif rendah. Hingga September 2018, serapan anggaran tersebut baru mencapai 50 persen. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Pandeglang, Ramadhani menyebutkan rendahnya penyerapan anggaran terkendala perencanaan proyek pembangunan yang kurang baik. "Proses pengadaan barang dan jasanya lambat, baik lelang maupun pengadaan langsung. Begitu pas penetapan pemenang, penyerapan ikut telat, yang diambil cuma uang muka doang," kata Ramadhani, ditemui usai rapat koordinasi serapan anggaran 2018 di Aula DPKD, Kamis (8/11).


Ramadhani berdalih untuk serapan anggaran proyek di akhir Oktober belum bisa dipastikan. Meski dia meyakini ada beberapa pelaksanaan pembangunan yang sudah selesai dikerjakan sehingga berpengaruh terhadap penyerapan anggaran. "Yang serapan 50 persen itu untuk bulan September. Mungkin di akhir Oktober kemarin ada beberapa paket pekerjaan yang sudah selesai, dan sudah mengajukan pencairan. Tapi kalau serapannya berapa belum kita hitung, mungkin rekonnya baru ada minggu depan," imbuhnya.


Untuk meningkatkan serapan anggaran dan realisasi proyek tersebut, kata Ramadhani, dinasnya rutin melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait. Sebab, akhir Desember 2018 mendatang proses penyerapan anggaran sudah harus maksimal. "Sudah kita ingatkan, di Desember sudah harus selesai, di minggu kedua Desember penyerapan sudah harus optimal, terutama DAK (Dana Alokasi Khusus) dan Bankeu (Bantuan Keuangan) Provinsi Banten karena ada batasan maksimal," tegasnya.


Dijelaskan Ramadhani, dalam penyerapan anggaran yang harus diperhatikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkab adalah DAK dan Bankeu. Karena jika tidak terserap dengan maksimal, OPD bersangkutan terancam tidak akan menerima bantuan dana tersebut. "Yang harus diperhatikan di sini soal DAK dan Bankeu. Ya, kalau tidak diserap, nanti pencairan tahap berikutnya tidak akan ditransfer lagi," jelasnya.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Girgi Jantoro mengatakan serapan DAK dan Bankeu yang dikelola dinasnya berjalan maksimal karena ada beberapa proyek pembangunan yang sudah selesai dikerjakan. Bahkan, ada beberapa paket pekerjaan sudah mulai dilakukan tahap Provisional Hand Over (PHO). "Uang muka dengan termin sudah ada beberapa bagian yang terserap. Sekarang kita juga masih menunggu uji mutu dan PHO," katanya.


Menurutnya, serapan DAK dan Bankeu sudah mengalami peningkatan, karena dari beberapa kegiatan pembangunan sudah ada yang selesai dikerjakan oleh pihak pengusaha. Dia pun optimistis dana bantuan tersebut akan terserap dengan maksimal. "Total secara keseluruhan serapan DAK sudah mencapai 60,88 persen dan Bankeu sekitar 27.59 persen. Kami optimis serapan DAK dan Bankeu terserap dan lebih baik dari tahun kemarin," harapnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook