Nenek Pembunuh Cucu Dituntut 5 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 09 November 2018 - 14:05:02 WIB   |  dibaca: 310 kali
Nenek Pembunuh Cucu Dituntut 5 Tahun

MENGAKU : Terdakwa pembunuh cucunya didampingi penerjemah bahasa sunda saat sidang, Kamis (8/11).

SERANG- Kamah (70), warga Kampung Kadu Laban RT 04/06, Desa Cinoyong Kecamatan Carita, Kabupaten Serang dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (8/11). Diketahui, Kamah terjerat kasus hukum karena telah membuang cucunya ke sungai dan tewas.

Tuntutan yang dibacakan JPU Kejari Cilegon Agung Malik Rahman Hakim menyatakan bahwa Kamah terbukti bersalah sesuai pasal 80 ayat (3) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
 
"Menjatuhkan pidana 5 tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan 2 bulan," kata JPU kepada Ketua Majelis Hakim PN Serang Aswir disaksikan terdakwa dan kuasa hukumnya.

Dalam tuntutannya, JPU juga menyertakan hal yang memberatkan yakni menyebabkan hilangnya nyawa orang. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa yaitu tidak pernah dihukum, dan mengakui perbuatannya.

Diketahui, kasus pembunuhan cucu oleh nenek tersebut bermula pada 4 Februari 2018 sekitar pukul 19.00. Berawal saat anaknya bernama Aliyah hendak buang air kecil dan diantarkan oleh Uus, suaminya. Namun sesampainya di kamar mandi, Aliyah malah melahirkan seorang bayi laki-laki.

Mengetahui Aliyah melahirkan, Uus kemudian diminta untuk memanggil tersangka Kamah. Melihat anaknya melahirkan bayi (cucu), tersangka langsung mengambil bak ember beserta kain sarung, dan meletakkan bayi tersebut ke bak.
 
Kemudian, tersangka menyuruh Aliyah masuk ke kamar untuk ganti pakaian, sedangkan bayi tersebut dibawa masuk ke kamar tersangka.Di kamar, tersangka langsung membekap mulut bayi yang tak lain adalah cucunya sendiri, hingga meninggal dunia.

 Guna menghilangkan jejak kematian cucunya itu, tersangka Kamah menyuruh Uus agar memanggil dukun beranak untuk mengurut Aliyah. Setelah selesai mengurut Aliyah, tersangka meminta dukun beranak untuk menyampaikan bahwa Aliyah mengalami keguguran sambil menunjukkan ari-ari bayi.
 
Keesokan harinya, sekitar pukul 04.00, tersangka mengambil jenazah bayi yang disimpang dikamarnya, dan membawanya ke sungai Leuwih Nanggeh. Sesampainya di sungai, tersangka melepas ikatan kain yang membungkus bayi dan membuangnya ke sungai.
 
Sore harinya, warga di sekitaran Sungai Leuwih Lojor Kampung Cipanas, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang digegerkan menemukan mayat bayi oleh warga yang sedang memancing. Selanjutnya, jenazah dibawa oleh polisi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Drajat Prawiranegara. Kasus tersebut kemudian terungkap dari hasil tes DNA yang dilakukan pihak rumah sakit.


Dalam persidangan, terdakwa Kamah mengaku tega membunuh cucunya tersebut karena kesal serta ingin menutupi aib keluarga. Sebab anaknya baru beberapa bulan menikah, sudah melahirkan seorang bayi."Muhun, orokna dibuang ka sungai (Iya, bayinya dibuang ke sungai)," katanya.


Usai mendengarkan tuntutan, Kamah yang diwakilkan kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sikap, Beni Ismail mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Selanjutnya, sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pekan depan. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook