Ada Wacana Sertifikasi Guru Dihapus

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 09 November 2018 - 14:25:17 WIB   |  dibaca: 11341 kali
Ada Wacana Sertifikasi Guru Dihapus

SAMBUTAN : Ketua PGRI Kota Serang Tb Urip Henus saat workshop seni dan budaya.

SERANG- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Serang Tb Urip Henus mengatakan, dirinya mendapatkan isu bahwa sertifikasi guru akan dihapuskan. Informasi itu dia peroleh setelah rapat di Jakarta awal pekan ini."Memang ini masih rumor tapi ini sudah menjadi isu di kalangan atas," kata Urip kepada ratusan guru TK dan SD yang mengikuti workshop seni dan budaya, di SMKN 2 Kota Serang, Kamis (7/11).


Hadir dalam workshop tersebut 300 peserta yang merupakan guru TK dan SD. Urip mengatakan bahwa berdasarkan isu yang didapatkannya, rencana penghilangan sertifikasi guru dilakukan karena pemerintah melihat tidak ada korelasi antara anggaran yang dialokasikan untuk sertifikasi dengan kualitas pendidikan yang dihasilkan.


PGRI sendiri dari tingkat kabupaten/kota sampai pusat menolak rencana penghilangan dana sertifikasi guru ini, bila benar akan dilakukan. Urip juga menyayangkan adanya pernyataan bahwa anggaran sertifikasi guru yang selama ini diterima oleh para pendidik dianggap hanya sebagai pemborosan anggaran negara.
"Walau ini baru sebatas isu, tapi ini membuat khawatir para pendidik," katanya.

Menurutnya, selama ini anggaran untuk sertifikasi guru sudah tercantum dalam undang-undang sistem pendidikan nasional (sisdiknas) yang menyatakan bahwa 20 persen dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dialokasikan untuk pendidikan dan itu termasuk untuk biaya sertifikasi guru seluruh Indonesia."Seharusnya wacana seperti ini jangan dihembuskan karena akan membuat kegundahan para guru, malah sebaiknya anggaran kesejahteraan terhadap para pendidik harus ditingkatkan lagi supaya para guru semakin giat dan merasa sangat dihargai oleh pemerintah," katanya.

Terkiat kegiatan work shop, Urip Henus mengimbau guru untuk menjadi penggerak seni dan budaya Kota Serang secara khusus atau Banten secara umum. Agar bisa melakukannya, guru harus memiliki inisiatif dalam memberikan pelajan seni dan budaya kepada para murid."Kalau tidak ada inisiatif susah," katanya.

Menurutnya, pembudayaan bagi para siswa bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana misalkan meminta siswa menyapu kelas mereka atau membersihkan kamar mandi sekolah. Atau bisa juga dengan mengajari para siswa bagaimana proses menanam tanaman yang sudah menjadi bagian dari budaya di Kota Serang atau di Banten. PGRI Kota Serang sendiri siap memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan para guru."Kalau misalkan guru butuh cangkul atau lahan buat praktik menanam kita siap sediakan," katanya.

Ia berharap dengan ikut workshop para guru minimal bisa mempertahankan seni dan budaya di Kita Serang. Lebih baik lagi apabila bisa mengembangkannya. Ini dilakukan agar tidak ada lagi kasus kesenian Indonesia diklaim oleh negara lain.

Sekertaris Bidang Seni Budaya dan Olahraga PGRI Kota Serang Evie Shofiyah Usman mengatakan bahwa workshop seni budaya merupakan agenda tahunan PGRI Kota Serang yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas para pendidik di satuan pendidikan yang berada di bawah naungan PGRI Kota Serang.

Selain itu juga untuk mengembangkan potensi yang dimiliki para tenaga pendidik dan dengan adanya workshop ini para guru diharapkan dapat mentransfer ilmu yang didapatkan ke para peserta didik."Kegiatan akan berlangsung 8-11 November. Pemateri yang akan memberikan materi adalah pelaku seni teater, seni sastra, seni musik, dan lainnya," katanya.

Evie menjelaskan bahwa materi yang akan diajarkan misalkan tentang pantomim, yaitu bagaimana cara mudah belajar pantomim dari seni teater. Ada juga materi berkreasi dengan kriya dari seni rupa.


Lalu bermain musik untuk meningkatkan kreatifitas guru dan pembelajaran yang akan disampaikan dari Prodi Seni dan Tari Sendra Tasik Untirta. Materi lain tentang tari dasar yang disampaikan Sanggar Raksa Budaya dan materi guru keren bisa menulis cerpen oleh Langlang Randhawa."Saya sendiri sebagai Sekertaris Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga PGRI Kota Serang akan menyampaikan materi tentang membangun pendidikan berkarakter melalui seni dan budaya," katanya.


Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, isu seperti ini jangan ditelan mentah-mentah jika tidak ada peraturan yang sudah jelas karena hanya akan menimbulkan konflik.

Apalagi saat ini sedang berlangsung pemilu serentak 2019, sehingga potensial menimbulkan berbagai macam protes dari para guru."Kalau tidak ada hitam di atas putih jangan membuat kegaduhan yang akan menimbulkan permasalahan baru," tuturnya.

Zubaidillah berkeyakinan penghapusan sertifikasi guru itu tidak akan terjadi. Apalagi dunia pendidikan saat ini sudah menunjukan kemajuan yang sangat signifikan terlebih di Kota Serang. Maka dari itu, isu seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan."Seharusnya anggaran kesejahteraan untuk para peserta pendidik lebih ditingkatkan lagi bukan malah dikurangi," tuturnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook