Mahasiswa Tagih Janji WH-Andika

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 09 November 2018 - 14:27:27 WIB   |  dibaca: 63 kali
Mahasiswa Tagih Janji WH-Andika

RICUH : Mahasiswa membakar ban dan membuat barisan melingkar saat unjuk rasa di depan kampus UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (8/11).

SERANG- Aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa untuk mengkritisi dua tahun kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Kamis (8/11). Unjuk rasa digelar di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ciceri, Kota Serang. Unjuk rasa itu diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti KMS 30, Kumala Komisariat UIN SMH Banten, HMI Ushada, dan HMI FASEI.

Dalam aksinya mahasiswa menyoroti pasangan WH-Andika dalam menjalankan program pembangunan selama dua tahun masa kerjanya. Sebab, sejauh ini belum ada perubahan pembangunan yang signifikan di Provinsi Banten.

Malahan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran di Provinsi Banten tertinggi di Indonesia, dengan angka pengangguran 8,52 persen atau 496,73 ribu orang. Angka ini jauh lebih besar dari rata-rata tingkat pengangguran nasional yaitu 5,34 persen. Lebih tinggi dibanding Jawa Barat sebesar 8,17 persen, disusul DKI Jakarta 6,24 persen, lalu Papua Barat 6,30 persen.


Padahal menurut Kordinator Aksi Ilham Aulia, dalam kampanyenya WH-Andika berjanji akan memperluas kesempatan (lowongan) kerja bagi masyarakat Banten yang berusia produktif. Namun berdasarkan data diketahui bahwa pada Juli 2017 Banten menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran keempat se-Indonesia.

Pada Agustus 2018 Banten menjadi provinsi tingkat pengangguran nomor satu di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa Pemprov Banten dibawah kepemimpinan WH-Andika dinilai belum bisa menekan angka pengangguran di Banten.“Ingat janji politik WH-Andika saat kampanye membuka lowongan kerja bagi warga Banten usia produktif,” ujarnya.


Pantauan Banten Raya di lokasi, aksi tersebut sempat memanas saat mahasiswa membakar ban bekas di badan jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan kendaraan yang cukup panjang. Aksi mereda setelah polisi memadamkan api dan meminta mahasiswa mundur. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook