Buruh Kabupaten Serang Minta Rp4,3 Juta

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 09 November 2018 - 15:48:44 WIB   |  dibaca: 141 kali
Buruh Kabupaten Serang Minta Rp4,3 Juta

PERJUANGKAN NASIB : Ribuan buruh yang tergabung dalam ASPSB Kabupaten Serang menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Serang, Kamis (8/11).

SERANG – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Serang, Kamis (8/11). Dalam aksinya para buruh menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) untuk Kabupaten Serang sebesar 20 persen dari Rp3.542.713 menjadi Rp4.376.820 atau melebihi kenaikan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan sebesar 8,3 persen.


Dasar usulan kenaikan 20 persen tersebut berasal dari hasil survei kehidupan hidup minimum yang dilakukan buruh dengan memperhitungkan kebutuhan fisik atau makan 1.400 kalori per satu kali makan setara dengan Rp26.000 dikali 3 dikali 30 yakni sebesar Rp2.540.000. Kemudian kebutuhan tempat tinggal atau kontrakan per bulan Rp500.000, kebutuhan transportasi sebesar Rp30.000 per hari dikali 25 hari yakni Rp750.000.


Kemudian kebutuhan energi listrik per bulan Rp350.000, kebutuhan pendidikan Rp71.000 per bulan untuk pembelian bahan bacaan, kebutuhan tabungan per bulan Rp80.000, dan kebutuhan tabungan Rp85.820. “Harapan kami pada hari ini Pak Wakil Bupati (Pandji Tirtayasa-red) bisa merekomendasikan ke gubernur yang mana nilainya 20 persen untuk kenaikan UMK dari tahun 2018,” kata Asep Danawirya, Sekretaris ASPSB usai diterima audiensi oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa.


Asep yang juga Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 73 Serang itu mengatakan, selain menuntut kenaikan UMK 20 persen, pihaknya juga menutut kenaikan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) sektor I sebesar 15 persen dari UMK 2018 dan sektor II sebesar 10 persen dari UMK 2018. “Angka yang kita rekomendasikan ini riil hasil survei delapan federasi buruh di lapangan,” ujarnya.


Ketua DPC Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SPKEP) Kabupaten Serang Argo Priyo Sujatmiko mengatakan, tuntutan kenaikan UMK dilakukan agar buruh bekerja dengan tenang karena menerima upah yang cukup, sehingga produktivitas kerja semakin meningkat. “Kami tidak memaksakan kehendak, kami hanya menyampaikan kondisi riil di lapangan bahwa buruh perlu mendapatkan kesejahteraan,” kata Argo.


Menanggapi tuntutan buruh tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pihaknya menerima asprirasi yang disampaikan para buruh, namun  menurutnya tuntutan tersebut harus realistis. “Kita tidak bisa memutuskan sepihak, kita juga harus dengar aspirasi dari para pengusaha. Yang saya dengar dari para pengusaha UMK di Kabupaten Serang itu sudah cukup tinggi,” kata Pandji.


Ia menuturkan, tuntutan buruh tersebut harus dikolaborasikan dengan kemampuan para pengusaha untuk membayar upah buruh. “Percuma perusahaan memberikan upah sesuai dengan tuntutan buruh yaitu naik 20 persen, sementara para pengsuaha tidak mampu membayarnya. Perusahaan kan juga memperhitungkan biaya produksi dan lainnya. Kalau aspirasi tetap kami terima,” ujarnya.Setelah audiensi, buruh kemudian membubarkan diri dengan tertib pukul 16.30 WIB berbarengan dengan hujan deras yang turun. (tanjung)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook