Korban Lion Air Asal Kramatwatu Dimakamkan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 09 November 2018 - 15:53:05 WIB   |  dibaca: 262 kali
Korban Lion Air Asal Kramatwatu Dimakamkan

DIKENAL ORANG BAIK : Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) II Banten ikut membawa jenazah korban Sahabudin yang akan disalatkan, Kamis (8/11).

SERANG – Sahabudin (42), korban pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang beberapa waktu lalu dimakamkan di kampung kelahirannya di Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande.


Jenazah Sahabudin yang diketahui merupakan Kasubag Tata Usaha Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) III Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, diserahkan pihak Kementerian Kesehatan kepada keluarga di Perumahan Griya Cilegon, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, tempat korban tinggal selama hidupnya. 

Suasana haru mengiringi jenazah korban saat dibawa ke masjid. Sementara itu, istri dan anak korban terlihat berusaha sabar namun air matanya terus mengalir. Usai disalatkan, sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah korban diberangkatkan ke Cikande.


Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjend) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Asjikin Iman Hidayat Dachlan mengungkapkan, Sahabudin merupakan pekerja keras dan penyayang keluarga. “Kami mengenal beliau (Sahabudin-red) sebagai pekerja keras dan pekerja cerdas. Kami kelurga besar Kemenkes merasa kehilangan,” kata Iman, di rumah kediaman korban, Kamis (8/11).


Sementara itu, Kepala KKP III Pangkalpinang Sirjon Sihotang menuturkan, korban merupakan sosok yang dekat dengan semua pegawai dan mudah bergaul. “Tidak hanya di kantor, di tempat tinggalnya selama berada di Pangkalpinang beliau sangat dekat dengan masyarakat sekitar. Beliau orang yang cerdas, banyak perubahan yang dilakukan selama beliau bekerja di KKP kurang lebih empat tahun,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, korban yang saat ini memiliki pangkat golongan 3 C itu sebenarnya sedang diusulkan ke Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI untuk diangkat menjadi Kepala KKP III Pangkalpinang. “Sudah saya usulkan menjadi pengganti saya, kebetulan saya mau purna bakti bulan Juni tahun depan. Atasan saya kan Pak Sesditjend, begitu saya sampaikan Pak Sesditjen mengaminkan,” tuturnya.


Sirjon menjelaskan, alasan diusulkannya Sahabudin menjadi Kepala KKP III Pangkalpinang lantaran kinerjanya dikenal cukup bagus. “Menurut saya, separuh hidup Pak Abud (panggilan korban-red) itu untuk bekerja, sampai-sampai keluarga di sini ditinggalkan. Sampai saat ini ruang kerja Pak Abud belum ada yang nyentuh, makanya saya tunggu istri Pak Abud untuk datang ke Pangkalpinang kalau suasananya sudah tenang,” katanya.


Setiawan, kakak kandung korban menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu pengurusan jenazah korban sehingga korban bisa diserahkan ke pihak keluarga. “Beliau sudah teridentifikasi itu yang penting dan kami butuhkan. Kami tidak ingin saudara kami meninggal tapi tidak ditemukan jenazahnya. Teridentifikasinya tadi malam (Rabu-red) pukul 19.00 WIB dan langsung diantarkan ke sini,” ungkapnya. (tanjung)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook