Ditemukan, Enam Pendaki yang Tersesat Alami Dehidrasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 13 November 2018 - 13:54:29 WIB   |  dibaca: 326 kali
Ditemukan, Enam Pendaki yang Tersesat Alami Dehidrasi

AKHIRNYA KETEMU : Mahasiwa Untirta Serang yang sebelumnya tersesat ditemukan warga, Senin (12/11).

PANDEGLANG - Enam mahasiswa Untirta Serang yang dinyatakan hilang di Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang akhirnya ditemukan dalam keadaan tubuh lemas, Senin (12/11) sekitar pukul 10.00. Keenam mahasiswa dan mahasiswi itu adalah Claudio (18), Jujun (18), Nahzan (19), Aldan (19), Dinda (18), dan Indri (18). Keenam mahasiswa tersebut sebelumnya terpisah dari tujuh rekannya setelah melakukan pendakian melalui Jalur Cihujuran, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi pada Jumat (9/11) lalu.


Informasi yang dihimpun Banten Raya, enam mahasiswa itu selamat setelah bertemu warga setempat saat berkebun. Saat pertama kali ditemukan, keenam mahasiswa itu kondisi tubuhnya lemas karena selama dua hari berada di atas gunung akibat tersesat.

Mereka pun langsung dibawa ke rumah warga di Kampung Palembang Girang, Desa Palembang, Kecamatan Cisata. Namun karena kondisi mereka lemah, langsung dilarikan ke Puskesmas Saketi dan Cisata untuk mendapat penanganan medis. Setelah kondisi mereka membaik, kini keenam mahasiswa itu sudah dijemput orangtuanya untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing.


Kepala Puskesmas Saketi, Oman Firmansyah membenarkan telah memberikan penanganan medis terhadap empat mahasiswa Untirta yang baru ditemukan di kawasan Gunung Pulosari. "Hasil pemeriksaan kita kondisi mereka lemas dan sesak nafas. Mereka terkena dehidrasi karena suplai makanan tidak masuk dan kurang cairan. Makanya, kita berikan oksigen dan cairan. Tapi sekarang kondisi mereka sudah membaik," kata Oman.


Salah seorang korban, Jujun mengaku waktu hendak pulang dari pucak Gunung Pulosari, dia bersama lima orang temannya tersesat karena lupa jalur. "Awalnya ada teman satu orang yang tahu, tapi dia lupa jalannya. Akhirnya kami dengan keadaan tidak mabawa bekal apapun, hanya air minum, memutuskan pulang menyusuri jalan setapak hingga bertemu dengan warga yang sedang di kebun. Kami meminta tolong dan diantar pulang hingga jemput oleh tim penyelamat," jelasnya.


Kepala BPBD Pandeglang, Asep Rahmat membenarkan kejadian tersebut. Saat ini mahasiswa yang tersesat di Gunung Pulosari sudah dapat dipulangkan setelah mendapat penanganan medis puskesmas. "Alhamdulillah keenam orang mahasiswa Untirta Serang yang dinyatakan hilang sudah ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan sehat. Kami dari tim gabungan langsung membawanya ke rumah warga dan langsung kami bawa lagi ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan," kata Asep.


Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Kecamatan Mandalawangi, Nanang Suriana menyebutkan pendakian Gunung Pulosari yang dilakukan 13 mahasiswa Untirta dinyatakan ilegal karena beberapa bulan lalu Perhutani telah menutup jalur pendakian tersebut. "Jelaslah ilegal, tapi alhamdulillah pendaki yang hilang ditemukan dan selamat," tegasnya.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan pada Badan Search and Resque Nasional (Basarnas) Pos Banten, Hairoe Amir Abyan mengaku tim pencarian sempat khawatir atas kondisi para korban.

Apalagi, para pendaki tersebut tidak memiliki bekal makanan."Alhamudulillah pada pukul 10.00 pagi kita mendapatkan kabar, kalau keenam pendaki yang hilang itu ditemukan oleh warga yang sedang mencari kayu, sekitar jam 09.00," katanya, kemarin.


Menurut Hairoe, keenam mahasiswa tersebut ditemukan dalam kondisi sehat. Namun belum bisa dimintai keterangan, selain itu dua orang mengalami hiportemia dan langsung dilarikan ke Puskesmas Saketi, sebelum diserahkan kepada keluargannya."Mereka masih shok belum bisa dimintai keterangan. Sudah kita serahkan ke keluarga, ada dua orang yang hiportemia tapi saya lupa namanya," ujarnya.


Untuk diketahui, 13 orang mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fisip Untirta mendaki gunung Pulosari melalui jalur Cihunjuran, Mandalawangi pada Jumat (9/11) pukul 20.00. Ketiga belas nama mahasiswa yang mendaki gunung Pulosari yaitu, Gilang, Melinda, Yesi, Ulfa, Adit, Aryo, Jujun, Nazhan, Dinda, Indri, Aldhan, Claudio dan Fani.


Pada hari Sabtu (10/11) pukul 11.00, ketiga belas mahasiswa itu berencana turun dari puncak gunung menuju kawah. Sebelum menuju lokasi yang dituju, enam orang mahasiswa, yaitu Claudio, Nazhan, Jujun, Aldhan, Indri dan Dinda membereskan tenda. Sedangkan tujuh mahasiswa lainnya, lebih dulu turun ke kawah dan menunggu di sana.

Namun setelah lima jam menunggu di kawah, enam orang mahasiswa yang membereskan tenda tersebut tak kunjung datang. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, satu orang mahasiswa nekat kembali ke atas bukit. Namun keenam temannya itu tidak ditemukan.

Selanjutnya, ketujuh mahasiswa tersebut meninggalkan kawah melalui jalur Cilentung, Pandeglang sambil mencari keenam temannya tersebut.Hingga Minggu (11/11) pukul 01.00 mahasiswa itu dinyatakan hilang kontak atau tersesat di Pulosari.

Mendapatkan kabar tersebut, tim Search and Resque (SAR) gabungan dari Polsek Madalawangi, Polres Pandeglang, Basarnas Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Yayasan Bala Putra Salakanegara, LMDH Cilentung dan Resort Polisi Hutan (KRPH) Kecamatan Mandalawangi melakukan pencarian.


Mereka ditemukan terjun ke lokasi pada Minggu malam melakukan pencarian. Pada hari Senin (12/11) pagi sekitar pukul 10.00 tim pencarian mendapatkan informasi jika keenam mahasiswa tersebut ditemukan oleh warga di Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang.(darjat/yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook