Ibu Tewas Dibacok Anak Tiri

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 13 November 2018 - 14:18:05 WIB   |  dibaca: 686 kali
Ibu Tewas Dibacok Anak Tiri

OLAH TKP : Petugas Satreskrim Polres Pandeglang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Saprah di depan rumahnya, Senin (12/11).

CIGEULIS - Saprah (57), warga RT 01/RW 04, Kampung Cimapag, Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian leher, Senin (12/11) malam. Ibu rumah tangga itu tewas di depan rumahnya setelah dianiaya oleh anak tirinya, Sukani alias Ucup (28). Selain luka bacok di leher, Saprah juga mengalami luka bacokan di bagian pipi kanan, pundak sebelah kiri dan kanan hingga sikut kiri, lengan kiri serta belakang kepalanya.


Informasi yang diperoleh Banten Raya, peristiwa pembunuhan sadis ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dini hari itu,Sukani mendatangi rumah bapak kandungnya, Asria (56). Sukani kemudian mengajak Asria untuk keluar rumah dan meminta menulis sebuah surat.


Ketika Asria akan menulis surat, Sukani langsung berlari ke dalam rumah karena pintu rumah tidak terkunci. Sukani langsung mengambil sebilah golok yang berada di ruang keluarga dan mendatangi Saprah di dalam rumah sambil membawa sebilah golok.


Karena melihat anak tirinya itu membawa sebilah golok, Saprah langsung berlari keluar rumah untuk meminta tolong ke rumah tetangganya, Mulyadi Soleh (68). Namun, Sukani terus mengejar ibu tirinya itu sambil menyabetkan sebilah golok yang dipegangnya dan mengenai leher hingga pipi kanan.


Saprah pun terkapar dengan luka parah di leher, pundak sebelah kiri, sikut kiri, lengan kiri, pundak sebelah kanan, pundak sebelah kiri bawah dan belakang kepala korban.Saat kejadian, warga tidak berani mengamankan Sukani yang membawa golok.

Salah satu warga, Juned (36) akhirnya menghubungi Polsek Cigeulis. Satu jam kemudian, atau sekitar 50 menit, polisi datang ke lokasi dan mengamankan pelaku di sekitar Masjid Cimapag. Setelah mengamankan pelaku, petugas membawanya ke Mapolsek Cigeulis. Petugas juga membawa korban untuk keperluan identifikasi.


Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menjelaskan, pelaku pembunuhan terhadap ibu tiri tersebut sudah diamankan. Saat ini jajarannya masih mendalami motif pembunuhan tersebut karena pelaku mengalami ganguan jiwa."Pelaku sudah kita amankan. Memang pelaku ini depresi atau stres. Untuk tindakan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya," kata kapolres kepada wartawan, kemarin.


Dari olah tempat kejadian perkara, anggotanya mengamankan satu bilah golok beserta sarungnya, helaian rambut diduga milik korban, dan satu unit handphone.Jika tidak mengalami gangguan jiwa, pelaku terancam pembunuhan dengan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana Pasal 338 KUH Pidana dan atau Pasal 351 Ayat 3 KUH Pidana.


Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegfal (IKFM) RSU dr Dradjat Prawiranegara Serang, dr Budi Suhendar mengatakan, korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 11.00. Setelah dilakukan otopsi, korban diserahkan ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan. "Tadi selesai otopsi sekitar pukul 2 siang," tegasnya.


Budi menyatakan, korban mengalami luka kekerasan di sekitar leher dan punggung, sekitar kepala, lengan atas kiri. Terkait kesimpulan hasil otopsi, Budi menyatakan tidak bisa menyampaikannya karena untuk penetingan kepolisian. "Belum disimpulkan, akan disimpulkan ke penyidik," tegasnya. (yanadi/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook