Polisi Bidik Tempat Hiburan Malam

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 14 November 2018 - 11:14:47 WIB   |  dibaca: 298 kali
Polisi Bidik Tempat Hiburan Malam

CILEGON - Polres Cilegon saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus minuman keras (miras) impor palsu yang terungkap beberapa pekan lalu. Barang bukti miras palsu saat ini sudah dikirim ke pusat labortorium dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pengecekan sampel miras palsu.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus miras impor palsu yang driacik dengan menggunakan bahan berbahaya seperti lotion anti nyamuk dan alkohol murni tersebut. “Saat ini masih kita dalami tempat hiburan yang membeli miras palsu dari tersangka yang sudah ditahan,” kata Rizki ditemui di Kantor Walikota Cilegon usai bertemu dengan Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Selasa (13/11).

Dikatakan Rizki, pendalaman terhadap peredaran miras impor palsu tersebut untuk mengetahui apakah pengelola tempat hiburan malam memang mengetahui miras yang dijualbelikan palsu, atau tempat hiburan juga menjadi korban dari produsen miras palsu tersebut. “Kita mendalami ke arah situ, karena miras branded ini biasanya dijual di tempat-tempat yang berizin,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, miras impor palsu yang diracik tersebut dijual ke sejumlah tempat hiburan malam ternama yang berada di jalur protokol Kota Cilegon dan Serdang, Kabupaten Serang.


Ditambahkan Rizki, saat ini pihaknya juga melakukan razia ke berbagai tempat penjualan miras. Peredaran miras palsu tersebut, dinilai membahayakan masyarakat. “Miras palsu ini berbahaya bagi kesehatan, miras branded yang dijual jutaan rupiah dipalsukan dengan campuran bahan berbahaya dan dijual dengan harga ratusan ribu saja. Polres simultan melakukan razia pada peka lalu dan akan terus melakukan razia,” katanya.

Lebih lanjut Rizki mengatakan, saat ini miras di Kota Cilegon juga menyasar para pelajar. Penanganan masalah miras tersebut juga perlu dukungan dari Pemkot Cilegon. “Kita berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon untuk pengawasan miras,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi berterima kasih terhadap Polres Cilegon yang telah mengungkap praktik penjualan miras impor palsu tersebut. Ia juga mengaku akan melakukan pengetatan pengawasan tempat hiburan malam. “Satpol PP juga kami minta rutin melakukan pengawasan tempat hiburan malam di jalan protokol maupun di sekitar JLS (Jalan Lingkar Selatan) Cilegon,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga bimbang dengan berbedanya aturan jam operasional tempat hiburan malam antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Banyak tempat hiburan yang berada di perbatasan kedua daerah di JLS. Jam operasional tempat hiburan malam di Cilegon hanya sampai 00.00 WIB. Namun, di Kabupaten Serang jam tayangnya lebih lama. “Pengunjung tempat hiburan di Cilegon di razia lari ke wilayah Serang, nanti akan kita koordinasikan dengan Kabupaten Serang,” tutupnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook