Pembangunan Tiga Pasar Kecamatan Habiskan Rp 4 M

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 14 November 2018 - 11:16:36 WIB   |  dibaca: 150 kali
Pembangunan Tiga Pasar Kecamatan Habiskan Rp 4 M

MASIH PROSES : Sejumlah petukang terlihat tengah sibuk bekerja membangun Pasar Rakyat Kecamatan Grogol yang terletask di Kelurahan Tamansari, Selasa (13/11).

CILEGON - Pembangunan tiga pasar rakyat di kecamatan menghabiskan anggaran Rp4 miliar. Pasar yang dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2018 itu ditargetkan selesai November 2018 ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardana mengatakan, pembangunan tiga pasar saat ini masih dalam peroses pembangunan dan ditargetkan selesai pada akhir November 2018. Dengan adanya pasar rakyat di tiga kecamatan diharapkan roda perekonomian warga semakin berkembang.


"(Anggarannya) kurang lebih sekitar Rp4 miliar untuk pembangunan (tiga) pasar itu, sekarang sedang dibangun dan belum selesai semuanya. Targetnya bulan ini kelar," katanya kepada Banten Raya di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (13/11).

Saat ditanya soal rincian anggaran ketiga pasar itu, Dikrie mengaku tidak ingat. Dikrie meminta hal tersebut langsung ditanyakan kepada staf yang mengurusi soal anggaran.
Tiga pasar kecamatan yang dibangun tersebut berada di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, kemudian di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, dan Kelurahan Tamansari, Kecamatan Grogol. Dari tiga pasar itu, hanya pasar di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Grogol yang belum rampung, sementara pasar lainnya sudah pada tahap akhir pembangunan.


Berdasarkan pantauan Banten Raya, dari papan proyek pembangunan pasar di Grogol tersebut anggaran pembangunan mencapai Rp1.808.465.700. Dua pasar lainnya, yang sudah rampung tidak lagi terdapat papan proyek.


Sekretaris Disperindag Kota Cilegon, Damanhuri mengatakan, ambahkan, melihat proses pengerjaan pembangunan, pasar tersebut tidak akan selesai sesuai target. Pasalnya, saat ini pembangunan masih mengalami soal teknis, khususnya jumlah pekerja yang membangun pasar tersebut. “Kayaknya telat dan tidak sesuai target. Semua pasar sudah beres, tinggal di Grogol saja ini yang belum,” jelasnya.


Sementara itu, Camat Grogol, Hudri Hasun menyatakan, dengan adanya pasar, maka perekonomian warga akan menggeliat. Sebab, pasar yang dibangun akan bisa menampung pedagang-pedagang kecil.

Disamping juga dengan adanya pasar, maka warga akan sangat gampang mendapatkan kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi jauh ke Pasar Kranggot atau pasar lainnya. “Saya tidak mengetahui secara pasti pengelolaannya nanti apakah diberikan kepada kecamatan atau bukan. Namun yang pasti dengan adanya pasar, maka warga bisa berkesempatan untuk berjualan dan mendapatkan barang tanpa harus pergi jauh ke pasar yang sudah ada,” pungkasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook