Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Memprihatinkan

nurul roudhoh   |   Hiburan  |   Sabtu, 17 November 2018 - 11:58:05 WIB   |  dibaca: 429 kali
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Memprihatinkan

KETERANGAN PERS : Menteri Yohana memberikan keterangan pers kepada awak media usai membuka Puspa Nasional di Medan, belum lama ini.

MEDAN - Jika dilihat dari kondisi dan situasi perempuan dan anak di Indonesia, kaum perempuan dan anak masih banyak mengalami kasus-kasus kekerasan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise.

Ia menjelaskan, menurut hasi survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) yang dilaksnakan oleh Kementerian PPPA bekerjasama dengan BPS, diperoleh gambaran bahwa untuk perempuan antara lain adalah 1 dari 3 perempuan usia 15-64 mengalami kekerasan oleh pasangan dan selain pasangan selama hidup mereka; 2 dari 11 perempuan yang pernah atau sedang menikah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh pasangan selama hidup mereka; dan 2 dari 5 perempuan yang belum menikah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh selain pasangan selama hidup mereka.

“Sementara data terkait anak antara lain adalah 1,6 persen anak perempuan usia 10-17 tahun telah melakukan perkawinan; lebih dari 2 juta anak menjadi pekerja anak (Susenas BPS, 2016); lebih dari 1.000 anak menjadi korban pornografi (KPAI), dan cakupan kepemilikan akta kelahiran menurut provinsi  masih dibawah 70 persen (2016),” kata Menteri PPPA.  

Melihat kondisi yang demikian, lanjutnya, maka tentu saja pemerintah bersama masyarakat dan stakeholder terkait tidak bisa tinggal diam. Karena, anak merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Begitu berharganya anak maka mereka harus dijaga dengan baik.

“Mangapa anak begitu berharga bagi sebuah bangsa? Anak adalah calon-calon generesi penerus yang pada masanya nanti akan menggantikan generasi sebelumnya. Ditangan merekalah kelak roda pembangunan akan dijalankan,” ungkapnya.  

Masih kata Menteri Yohana, Indonesia sebagai negara yang visioner telah meletakkan pembangunan dibidang anak sebagai salah satu hal yang sangat penting dan strategis. Pembangunan Pemberdayaan  Perempuan di Indonesia diarahkan kepada upaya untuk meningkatkan posisi tawar, kompetensi serta peningkatan peran dan kedudukan perempuan di berbagai bidang pembangunan.  

“Perempuan “tidak harus mendominasi” laki-laki, tetapi bagaimana membuat hubungan relasi yang seimbang dan harmonis, berbagi peran baik di dalam keluarga, masyarakat sampai dalam tahapan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

“Inilah hakekat dari kesetaraan gender yang diharapkan terwujud di Indonesia, dengan memberikan akses, memberikan kesempatan, untuk berpartisipasi dan terlibat dalam proses pembangunan yang adil sesuai dengan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi yang memang berbeda antara perempuan dan laki-laki,” sambungnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook