Pemkab Budidaya Bandeng Air Tawar

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 17 November 2018 - 12:17:17 WIB   |  dibaca: 560 kali
Pemkab Budidaya Bandeng Air Tawar

UJI COBA : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama Kepala BLUPPB KKP Warih Hardanu menebar benih ikan bandeng air tawar di Bendung Pamarayan, Jumat (16/11).

SERANG – Untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Serang membudidayakan ikan bandeng di air tawar. Padahal pada umumnya ikan bandeng merupakan jenis ikan air payau. Budidaya dilakuan dengan cara menebar benih ikan bandeng sebanyak 150 ribu ekor yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Benih ikan tersebut ditebar di Bendung Pamarayan, Situ Terate, Tasikardi,  dan di kolam Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang di Ciruas.


Kepala Badan Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Warih Hardanu mengatakan, program pelepasliaran ikan bandeng merupakan program prioritas dari KKP. “Jumlah benih ikan bandeng yang kita tebar di air tawar hari ini (kemarin -red) sebanyak 150 ribu ekor. Kita juga punya program bantuan calon indukan bermutu dan bantuan lele bioflok,” kata Warih, di Bendung Pamarayan, Jumat (16/11).


Ia menjelaskan, ikan bandeng yang dibudidayakan di air tawar tersebut sudah diadaptasikan ke air tawar, dan sebelumnya dilakukan verifikasi yang meliputi kualitas air. “Kalau sanitasi airnya mendekati tawar kita lakukan adaptasi di balai perikanan di Karawang selama kurang lebih dua minggu. Kalau sanitasi airnya tidan mendekati air tawar maka tidak ikan tidak kita lakukan adaptasi,” ujarnya.


Adapun tujuan dari dibudidayakannya ikan bandeng di air tawar tersebut untuk mengembalikan komunitas ikan bandeng di perairan umum. “Sekarang kan kita susah mencari ikan bandeng di pinggir-pinggir pantai dan muara-muara, makanya ini kita lakukan kelestarian. Selain mengembalikan ke perairan umum, diharapkan ada indukan-indukan dari ikan yang sekarang ditebar. Setelah dua tahun ada yang sampai tiga kilogram per ekor itu bisa dijadikan indukan,” paparnya.


Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, benih ikan bandeng sebanyak 150 ribu ekor tersebut ditebar di beberapa tempat yaitu di Pamarayan tiga titik sebanyak 100 ribu ekor, di Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu sebanyak 20 ribu ekor, di Situ Trate, Kecamatan Cikande 20 ribu ekor, dan di kolam Puspemkab, Kecamatan Ciruas sebanyak 10 ribu ekor.


“Alhamdulillah kita dapat bantuan benih ikan bandeng dari Kementerian Kelautan Perikanan yang kita tebar hari ini (kemarin-red). Ikan-ikan ini untuk masyarakat Kabupaten Serang. Tadi (kemarin-red) saya sampaikan ke masyarakat nanti ikan ini diambil pada acara Bedol Pamarayan,” kata Tatu.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Budi Mulyono mengatakan, tidak ada pemeliharaan khusus terhadap benih ikan yang telah ditebar tersebut dan dibiarkan mencari ikan secara alamiah. “Ini ikan bandeng yang kita coba lesatarikan di air tawar. Di beberapa daerah sudah membudidayakan ikan bandeng di air tawar seperti di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,” ujarnya.


Untuk bisa dikonsumsi ikan-ikan tersebut diperlukan waktu sekitar enam bulan, sedangkan untuk indukan dibutuhkan waktu dua tahun. “Kalau sudah besar-besar bisa dinikmati masyarakat untuk peningkatan gizi. Untuk konsumsi ukuran tiga ekor satu kilogram enam bulan sudah bisa,” ungkapnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook