Polda Gerebek Prostitusi Rumahan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 17 November 2018 - 12:25:05 WIB   |  dibaca: 254 kali
Polda Gerebek Prostitusi Rumahan

SERANG - Ditrektorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Banten membongkar prostitusi rumahan di Kawasan Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Rumah tempat prostitusi tersebut semula adalah tempat kost-kostan yang kemudian dijadikan tempat kencan dengan sekitar 4 pekerja seks komersial (PSK).


Kabid Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Banten AKBP Whisnu Caraka mengatakan, rumah tersebut digerebek pada 27 Oktober 2018 lalu, lantaran adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya praktik pelacuran di sebuah rumah yang disamarkan menjadi tempat kost."Ada informasi dari masyarakat, kawasan Tanjung Anom, diduga menjadi lokasi prostitusi. Kemudian tim dari Unit II Subdit IV Reknata Ditreskrimum mendatangi lokasi pada Sabtu sore," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Whisnu, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), anggotanya berpura-pura sebagai pengguna jasa pekerja seks komersial (PSK). Di sana, polisi bertemu dengan AB (43), warga Subang yang diduga sebagai muncikari atau perantara PSK. "Di dalam rumah itu, ada tiga tamu hidung belang. Di sana ada transaksi, dengan memberikan uang sebesar Rp300 ribu ke AB," ujarnya.


Setelah dinyatakan cukup bukti, Whisnu mengungkapkan, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Selain AB, petugas juga berhasil mengamankan 4 orang perempuan yang diduga sebagai pekerja seks."Setelah keluar kamar, AB kita tangkap berikut empat orang perempuan. Dari keempat perempuan itu, ada salah satu perempuan masih berusia 18 tahun," ungkapnya.


Whisnu menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka AB dan 4 orang perempuan tersebut, rumah tempat prostitusi sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Untuk setiap kamarnya, pria hidung belang harus membayar biaya sewa sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. "Sudah lebih dari 5 tahun. Selama 10 hari menurut pengakuan AB, dirinya bisa mendapatkan omzet Rp3,5 juta (sewa kamar). Kemudian, uang itu kembali disetorkan ke pemilik rumah Rp2 juta. Dirinya hanya mendapatkan sisanya, sebesar Rp1,5 juta," tambahnya.


Whisnu menjelaskan dari hasil pengembangan diketahui ada sekitar 10 rumah yang dijadikan tempat prostitusi. Setiap harinya, ada sekitar 5 hingga 10 orang tamu yang datang ke lokasi tersebut. "Tersangka AB akan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO atau pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP," tegasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook