4.851 Ekor Burung Berkicau Diselundupkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 19 November 2018 - 10:48:08 WIB   |  dibaca: 275 kali
4.851 Ekor Burung Berkicau Diselundupkan

ILEGAL : Petugas BKP Kelas II Cilegon menurunkan ribuan ekor burung selundupan dari truk di halaman Kantor BKP Kelas II Cilegon, Jalan Akses Tol Merak, Sabtu (17/11).

CILEGON - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon mengamankan 4.851 ekor burung berkicau selundupan asal Sumatera. Ribuan burung berkicau itu diantaranya terdiri dari Ciblek, Cucak, Gelatik, Jalak, Kepodang, Kolibri, Kutilang, Manyar, Perkutut, Pleci, Rambatan, dan Trucuk.


Burung-burung ini diamankan karena tidak memiliki kelengkapan dokumen.Informasi yang diperoleh, ribuan burung ilegal tersebut diamankan petugas di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Serang pada Sabtu (17/11) dinihari. Burung tersebut diangkut oleh truk dengan nomor polisi BE 8038 OB. Petugas BKP Kelas II Cilegon yang mendapat informasi pengiriman burung ilegal itu mengikutinya dari Pelabuhan Merak.


Saat ini ribuan burung dan satu unit truk beserta satu pengemudi dan satu pengawalnya diamankan di BKP Kelas II Cilegon di Jalan Akses Tol Merak, Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Kepala BKP Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 4.851 ekor burung yang diselundupkan dari Sumatera. Burung-burung tersebut tanpa dilengkapi dokumen karantina asal hewan tersebut. “4.416 ekor masih hidup, dan 435 ekor dalam keadaan mati,” kata Raden, Minggu (18/11).

Raden mengatakan, ribuan burung tersebut merupakan burung berkicau yang biasa diperlombakan. Namun, karena tidak dilengkapi surat karantina asal hewan, makan diamankan oleh pihaknya. “Jenis burung yang diamankan terdiri dari Ciblek, Cucak Ijo, Cucak Ijo Mini, Cucak Keeling, Gelatik, Jalak Kapas, Jalak Kebo, Kepodang, Kepodang Emas, Kolibri, Kutilang, Manyar, Perkutut, Pleci, Rambatan, dan Trucuk,” urainya.

Menurut Raden, dalam penangkapan tersebut, pihaknya dibantu oleh anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Polres Kota Serang, dan Polda Banten. Pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari BKP Kelas I Lampung terkait adanya kendaraan pembawa unggas yang menyeberang tanpa memeriksa barangnya di BKP Lampung.


Burung-burung yang diamankan tersebut, lanjut Raden, hendak dijual di wilayah Serang, Tangerang, dan Jakarta. Burung-burung tersebut dibawa di dalam kardus dan box plastik. Guna mengelabui petugas, juga terdapat muatan gula merah asal Lampung seberat 1,5 ton. “Saat ini barang bukti berada di Kantor BKP Cilegon,” jelasnya.


Ia menambahkan, burung masih yang hidup saat ini diamankan di ruang instalasi Kantor BKP Kelas II Cilegon, sementara untuk truk juga diamankan di halaman Kantor BKP Kelas II Cilegon. “Pelaku juga masih di BKP untuk proses pendalaman terkait asal burung tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyelundupan burung tersebut melanggar pasal 6 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pengangkutan burung tersebut terbukti tidak dilengkapi surat karantina asal hewan. “Pelaku penyelundupan terancam pidana maksimal tiga tahun dan denda Rp 150 juta. Barang tersebut juga berpotensi menyebarkan hampa penyakit hewan karantina atau (HPHK),” tambahnya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Seksi Karantina Hewan BKP Kelas II Cilegon, Rifky Danial mengatakan, burung-burung hasil tangkapan tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Apakah burung tersebut bisa menularkan penyakit, seperti flu burung atau tidak.


Ia juga masih mencari tahu terkait ratusan ekor burung yang mati, apakah disebabkan oleh proses pengemasan saat pengiriman yang salah atau memang ada penyakit yang bisa menularkan ke manusia.

“Setelah menjalani pemeriksaan, burung yang mati akan dimusnahkan dengan cara dibakar di tempat pemusnahan barang bukti milik BKP Cilegon. Sementara, yang masih hidup akan dilepasliarkan di alam bebas oleh BKSDA (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam) Serang. Ada burung yang dilindungi, ada yang tidak dilindungi,” terangnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook