DAK 2019 Rp185 Miliar

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 21 November 2018 - 11:24:01 WIB   |  dibaca: 200 kali
DAK 2019 Rp185 Miliar

BERIKAN KETERANGAN : Kepala BPKD Pandeglang Ramadhani memberikan keterangan wartawan adanya kenaikan DAK, kemarin.

PANDEGLANG - Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Pemkab Pandeglang tahun 2019 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2018. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang, Ramadhani mengetahui kenaikan DAK tahun 2019 dari rilis Menteri Keuangan setelah APBN disetujui DPR RI, 12 November 2018 lalu. "Kenaikannya sangat luar biasa, benar-benar besar. Yang tadinya DAK Pandeglang tahun ini hanya Rp89,2 miliar, sedangkan untuk tahun 2019 naik menjadi Rp185 miliar," kata Ramadhani di kantornya, Senin (19/11).


Dengan adanya kenaikan DAK, Ramadhani mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemkab untuk benar-benar mengoptimalkannya. Karena jika tidak optimal, kata dia, akan menjadi beban APBD dalam proses percepatan pembangunan. "Uang ada, hanya tinggal pelaksanaannya saja oleh OPD pengelola DAK. Pokoknya DAK harus dioptimalkan semaksimal mungkin, biar mendapatkan nilai manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.


Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pandeglang, Lukmanul Hakim mengatakan dengan ditambahkannya anggaran DAK harus menjadi tantangan berat bagi Pemkab Pandeglang. "Besaran DAK sudah diketahui jauh-jauh hari, begitu juga resikonya sudah tertakar dari tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, supaya tidak beresiko, bupati harus melakukan evaluasi dan merancang segala sesuatunya dari saat ini supaya semua bantuan dari pusat dapat dilaksanakan optimal," katanya.


Kalau tidak bergerak dari tahun ini, kata dia, jangan harap seluruh anggaran dari pemerintah pusat dapat diserap lebih optimal, sehingga akan menghambat proses percepatan pembangunan, karena hingga saat ini masih lemahnya OPD dalam menyerap anggaran. "Setiap tahun juga kami selalu mempercepat pembahasan APBD dan pengesahan pun tak pernah lambat. Hanya saja, hal itu kerap tidak digunakan dengan baik oleh eksekutif," tegasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook