Banten Zona Merah Narkoba

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 21 November 2018 - 11:32:13 WIB   |  dibaca: 469 kali
Banten Zona Merah Narkoba

SERTIJAB : Suasana sertijab Kepala BNN Banten dari Brigjen Nurochman kepada Kombes Pol Tantan Sulistiyana, kemarin.

SERANG- Maraknya peredaran dan tingginya jumlah korban penyalahgunaan narkoba membuat Banten masuk zona merah darurat narkoba. Apalagi Banten memiliki banyak wilayah pesisir yang cukup rentan dijadikan jalur penyelundupan narkoba jaringan internasional untuk masuk ke Pulau Jawa.


Tercacat selama Januari hingga Oktober 2018, BNNP Banten mengungkap penyelundupan 7,247 kilogram sabu, 65 ribu butir pil ekstasi, 600 gram ganja kering dan 23 orang tersangka. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan pengungkapan kasus tahun 2017 yaitu 1,173 kilogram sabu, 0,75 gram ekstasi, 2,02 kilogram tembakau gorilla, 3,297 ganja, dan 240 ribu pil PCC.
 

Mantan Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Nurochman mengatakan, Banten merupakan daerah atau provinsi yang cukup rentan peredaran narkoba. Setiap tahun narkoba masuk ke Banten terus mengalami peningkatan yang signifikan. "Yang menjadi PR banyak, terutama soal pemberantasan narkoba, karena Banten sudah masuk zona merah.

Terakhir 7 kilogram sabu dan 75 ribu pil ekstaksi. Berarti ini sudah dalam kondisi yang parah, Banten tertinggi ke 6 dari 34 provinsi di Indonesia," kata Nurochman yang pindah tugas di Nusa Tenggara Barat (NTB), usai melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di kantor BNNP Banten, Senin (19/11).


Nurochman mengungkapkan, untuk meminimalisasi peredaran narkoba di Banten dibutuhkan peran Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya mendorong terbentuknya peraturan daerah (perda) penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

"Di tahun ini perda narkoba di Banten bisa terealisasi. Aturan itu bisa menjadi pijakan BNN dalam melakukan pemberantasan. Kita kembalikan kepada pemerintah daerah serius atau tidak mengangani persoalan ini," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala BNNP Banten Kombes Pol Tantan Sulistiyana yang menggantikan Nurochman mengatakan hal yang tak jauh berbeda. Menurutnya, Indonesia khususnya di Banten merupakan daerah yang cukup tinggi peredaran narkobanya. Untuk itu, dengan gencarnya peredaran narkoba ke Banten harus disikapi dengan serius.
 
"Saya kira sama. Kita sudh disampaikan Pak Nurochman Banten cukup tinggi. Permasalahan narkoba itu bisa diatasi jika demand (permintaan) dan supply (pasokan) bisa ditangani secara proporsional," katanya.


Tantan berharap pemerintah, ulama, tokoh masyarakat ikut berperan dalam penanggulangan narkoba melalui pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN)."Kita harapkan ke depan ada kerjasama dan koordinasi dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan pemberantasan narkoba," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook