Dufi Dikenal Taat Beribadah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 21 November 2018 - 11:45:54 WIB   |  dibaca: 195 kali
Dufi Dikenal Taat Beribadah

BERDUKA : Rumah almarhum Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi hingga Selasa (20/11) didatangi keluarga dan rekan untuk menyampaikan bela sungkawa.

KAB TANGERANG - Suasana duka menyelimuti rumah duka almarhum Abdullah Fithri Setiawan (43) di Perumahan Catalina, Kelurahan Medag, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/11). Dufi sapaan almarhum yang merupakan wartawan Televisi Muhamdiyah (TVMU) itu ditemukan tewas di kawasan industri Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (17/11) lalu.


Pantauan wartawan di rumah duka, tampak ada karangan bunga dari keluarga besar Televisi Muhamdiyah (TVMU). Pada bagian lain, sejumlah kursi juga tampak belum tersusun di bawah tenda. “Almarhum itu sosok yang taat beribadah, dan punya kepribadian supel, ramah serta mudah bergaul,” kata Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Ichsanudin kepada wartawan saat ditemui di rumah duka.


Ichsanudin mengaku sempat berkomunikasi dengan almarhum pada Rabu (13/11) lalu. Saat itu, dirinya menanyakan rencana kegiatan keagamaan dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Perumahan Catalina. "Almarhum bilang saat itu, pulang kerja nanti akan membentuk panitia kecil untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW,"  ungkap Ichsanudin menirukan perkataan almarhum.


Ichsanudin tak menyangka komunikasi itu bakal menjadi hubungan pembicaraan terakhirnya dengan pria yang berprofesi sebagai wartawan itu. "Saya kaget saat pertama kali mendengar Dufi meninggal dari istri almarhum.  Semoga almarhum khusnul khotimah, mendapat terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.


Di tempat yang sama, Bambang yang merupakan kerabat dekat almarhum Dufi mengatakan, dirinya tak rela mengetahui kerabat yang sudah dianggapnya saudara itu diperlakukan keji seperti itu. "Saya itu enggak terimanya, dimasukkan tong, ditelanjangin itu enggak terima," ujarnya.Bambang dan Dufi sama-sama menyekolahkan anak di satu pondok pesantren Latansa, Kabupaten Lebak.


Bambang menduga tewasnya Dufi bukan karena perampokan biasa, melainkan pembunuhan yang direncanakan. Dugaan yang sepertinya bercampur emosi itu, terindikasi dari kondisi jasad yang tak berbusana. "Apalagi dimasukkan ke dalam tong. Itu pasti tongnya sudah dipersiapkan itu," ujarnya dengan nada tinggi.


Bambang berharap polisi bisa segera mengungkap kasus tewasnya bapak dari enam orang anak itu. "Saya harap polisi bisa segera menangkap pelaku," ujarnya.Ditemui terpisah, Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin mengaku mengenal almarhum Dufi saat masih menjadi wartawan cetak harian Rakyat Merdeka. Dufi sebagai sosok yang memiliki etos kerja, insiatif, dan ulet sebagai seorang wartawan. "Pihak berwajib harus mengusut tuntas kasus ini, apapun motif di balik kasus ini," singkatnya.


Diketahui sebelumnya, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dufi adalah mantan wartawan di sejumlah media. Jasad Dufi sudah dimakamkan di TPU Budi Darma, Jakarta Utara, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (19/11). (mg/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook