Drainase Gerbang SDN 2 Pamulang Dikeluhkan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 21 November 2018 - 11:49:41 WIB   |  dibaca: 592 kali
Drainase Gerbang SDN 2 Pamulang Dikeluhkan

BURUK : Air mengenangi pintu masuk SDN 2 Pamulang akibat drainase tidak berfungsi, Senin (19/11).

KOTA TANGSEL - Sejumlah wali murid SDN 2 Pamulang di Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan tidak berfungsi saluran drainase di depan gerbang sekolah tempat anaknya belajar. Akibat tidak berfungsinya saluran drainase itu, meski tidak turun hujan air beraroma tidak sedap tetap menggenangi pintu masuk sekolah.

Mereka berharap Pemerintah Kota (Pemkot)  Tangsel segera memperbaiki saluran drainase tersebut. “Ini dari dulu, mau turun hujan atau tidak hujan ya begini banjir. Ini aja nggak hujan banjir, karena drainasenya tidak berfungsi, padahal pembangunan drainasenya baru lima bulan, kalau hujan sedikit aja banjirnya bisa selutut, bahkan lebih dari itu,” ujar Ahmad, salah seorang wali murid SDN 2 Pamulang kepada wartawan, Senin (19/11).


Menurutnya, drainase di depan SDN Pamulang 2 tidak ada fungsinya. Saluran air seharusnya lebar dan memiliki pembuangan. Gorong-gorong juga terdapat tumpukan sampah, sehingga air terhambat. “Selain banjir, di sini juga bau, karena adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dikelola swasta.

Itu kan berpengaruh bagi anak-anak sekolah, ini kan tempat pendidikan, harusnya tempat pendidikan itu lingkungannya itu bersih sampah, bau yang menyengat dan bau asap,” ungkapnya.“Ini kalau lagi bongkar sampah, baunya bau banget. Sudah banyak yang datang kesini, foto-foto, terus ngomong akan dikerjakan, tapi tidak dikerja-kerjakan,” ujarnya.


Salah satu guru SDN 2 Pamulang, Abdul Kodir berharap kepada aparat pemerintah Kota Tangsel agar segera dalam penanganan permasalahan ini dan menyelesaikannya dengan cepat. “Aparat pemerintahan harus langsung menangani permasalahan ini, kalau tidak langsung, ya begitu-gitu aja. Kalau musim hujan banjir dan baunya begitu menyengat, kalau musim panas sampahnya berterbangan kemana-mana,” katanya.


Salah satu solusinya, sambung Abdul, adalah pemerintah harus menghentikan atau menutup tempat pembuangan sampah ini. Meski drainase ini diperbaiki, pengelola tempat sampahnya tidak ditegor, maka hasilnya akan sama.


Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono mengatakan, kedatangannya ke SDN 2 Pamulang untuk melakukan pengecekan di lokasi untuk mengetahui kondisi dan keadaan yang dikeluhkan oleh para walimurid. “Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran drainase yang berlokasi tepat di depan gerbang sekolah SDN 2 Pamulang  mampet atau tidak berfungsi. Walaupun tidak hujan, air tersebut tetap menggenang dan cukup dalam,” ujarnya.


Akibat itu, kata Taryono, masyarakat tidak bisa melewati jalan tersebut dengan berjalan kaki. Sekolah ini juga berada dalam lingkungan yang kurang mendukung yakni ada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dikelola kurang baik oleh swasta atau masyarakat, sehingga menimbulkan bau. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum (DPU) dan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk mengatasi permasalahan tersebut. "Saya akan berkoordinasi dengan DPU dan DLH Tangsel untuk duduk bareng meyelesaikan tidak berfungsi dranse ini," pungkasnya. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook