Golok Ciomas Didorong Jadi Warisan Dunia

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 21 November 2018 - 11:52:13 WIB   |  dibaca: 1087 kali
Golok Ciomas Didorong Jadi Warisan Dunia

UNIK DAN KHAS : Ratusan golok dimandikan pada acara ritual memandikan golok Ciomas di Kampung Cibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Selasa (20/11).

SERANG – Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Masyarakat Daerah Banten (LP3SDMD) menggelar ritual memandikan golok Ciomas yang diikuti oleh para pemilik golok Ciomas dari berbagai daerah seperti Jakarta dan wilayah Banten. Ke depan golok Ciomas tersebut akan diajukan ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) agar diakui menjadi warisan dunia.


Kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Kampung Cibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas tersebut diikuti oleh para pemilik golok Ciomas dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor dan Bandung, Jawa Barat tidak terkecuali pemilik yang berasal dari Provinsi Banten. Pada upacara ritual tersebut ratusan golok dimandikan oleh pimpinan ritual.


Ketua Umum LP3SDMD Oman Solihin menjelaskan, LP3SDMD telah melaksanakan riutal memandikan golok Ciomas sudah berlangsung sekitar 15 tahun, namun sebelum-sebelumnya masyarakat sudah rutin melaksanakan ritual tersebut setiap bulan Maulid atau Rabiul Awal. “Ke depan ritual ini bisa menjadi salah satu perhatian pemda, bagaimana agar bisa lebih dikembangkan,” kata Oman, Selasa (20/11).


Ia menjelaskan, secara emosional pemilik golok Ciomas yang tinggal di beberapa daerah secara sukarela menghadiri ritual tersebut karena telah memiliki ikatan emosional. “Harapan kita antar pemilik golok Ciomas ini menjadi saudara. Setelah 2017 golok Ciomas ditetapkan menjadi warisan budaya oleh Kemendikbud, tahun ini kita akan menjangkau kaum milenial dengan membuat aplikasi golok Ciomas,” ujarnya.


Aplikasi yang akan dibuat tersebut dapat diunggah di Play Store. Adapun tujuannya yaitu agar masyarakat terutama anak muda mengetahui seluk beluk golok Ciomas baik dari sisi pembuatan maupun sejarahnya. “Kalau sejarahnya mah panjang. Kalau dimandikan itu sebetulnya untuk bebersih saja, sebagai simbol saja yang telah dilakukan oleh orang tua terdahulu, yang kemudian kita ikuti,” paparnya.


Ia berharap, dengan adanya kegiatan silaturahmi melalui ritual memandikan golok Ciomas tersebut, sesama pemiliknya tidak saling bertengkar dan saling mengalah. “Selain golok Ciomas boleh silaturahmi tapi tidak dimandikan. Golok Ciomas ini bukan untuk keperluan rumah tangga. Kalau istilah orang Ciomas dulu untuk meningkatkan kepercayaan diri. Golok Ciomas tidak dijual di pasaran harus mesen dulu kalau mau membuat,” tuturnya.


Ketua Umum Seni Golok Indonesia (SGI) Ainur Rofiq Lil Firdaus mengapresiasi kegiatan ritual memandikan golok Ciomas tersebut karena sangat efektif untuk memperkenalkan kepada genarasi muda. “Golok Ciomas ini perlu dikenalkan bagaimana cara membuatnya, dari besi apa saja dibuatnya. Kalau di Jawa ada keris, di Ciomas ini ada golok yang sudah terkenal. Ini penting untuk diketahui anak cucu kita,” katanya.


Pria yang dipanggil Opick itu mengatakan, pihaknya akan mendorong agar golok Ciomas bisa maju ke UNESCO sehingga diakui sebagai warisan dunia. “Saya bercita-cita suatu saat ada museum senjata tradisional yang ada di Indonesia, kita lagi proses pengumpulan seluruh senjata di Indoneisa dari Papua sampai Aceh. Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan di Ciomas ini,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook