28 Siswa Terciduk Sedang Main Playstation

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 21 November 2018 - 12:09:44 WIB   |  dibaca: 224 kali
28 Siswa Terciduk Sedang Main Playstation

DIAMANKAN : Pelajar yang terjaring razia diamankan Satpol PP Pandeglang untuk diberikan pembinaan, Senin (19/11).

PANDEGLANG - Puluhan pelajar SMP, SMA, dan SMK terjaring razia anggota Satpol PP Kabupaten Pandeglang karena ketahuan berada di luar sekolah pada saat jam belajar, Senin (19/11).Mereka terkena razia ketika berada di sejumlah tempat nongkrong, seperti tempat rental playstation dan warnet (warung internet).

Pantauan Banten Raya, dalam razia yang digelar pukul 09.00 WIB itu, petugas menyisir ke beberapa lokasi tersebar di pusat kota Pandeglang. Di titik pertama tepatnya di kawasan Ciherang, Kampung Kebon Cau, Kelurahan Pandeglang, anggota Satpol PP menemukan puluhan pelajar yang sedang bermain playstation di salah satu warnet. Para pelajar yang masih berpakaian seragam lengkap sekolah itu sebagian ada yang kabur.

Para pelajar ini langsung digelandang ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Untuk memberikan efek jera, mereka diberikan sanksi ringan dengan cara dijemur. Para pelajar tersebut harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Surat pernyataan itu ditembuskan kepada pihak sekolah dan orangtua siswa masing-masing.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Pandeglang Al Anshar mengatakan, razia pelajar rutin dilakukan sesuai laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas para pelajar yang sering bolos sekolah. "Razia pelajar hari ini (kemarin-red) sudah menjadi agenda rutin kami dalam melaksanakan tugas untuk menegakan peraturan daerah," terangnya.

Dia menjelaskan, puluhan pelajar yang terjaring razia berasal dari beberapa sekolah di Pandeglang. "Totalnya ada 28 orang siswa yang kita amankan. Pelajar yang tertangkap merupakan siswa SMK PGRI 6 orang, siswa SMKN 2 Kadubanen 1 orang, siswa SMA Pasundan 2 orang, siswa SMAN 6 1 orang, siswa MA Arohman 2 orang, dan SMP 4 Pandeglang 16 orang," jelasnya.

Siswa yang terkena razia, kata dia, langsung diberikan surat perjanjian agar tidak melakukan hal serupa. Dia mengimbau pihak sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap siswanya.“Kami berharap pihak sekolah lebih mengawasi siswanya. Ketika kami melakukan patroli tidak ada lagi siswa yang ditemukan berada di luar sekolah pada saat jam belajar. Kalau pun ada siswa yang keluar harus diberikan surat," imbuhnya.

Petugas Pelaksana Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Pandeglang Dadang Hermawan mengatakan, pelajar yang terkena razia sudah diberikan pembinaan sebelum diserahkan ke gurunya masing-masing untuk diberikan sanksi sesuai aturan. "Pembinaan sudah kita berikan. Tinggal sekarang kami berharap sekolah bisa memberikan sanksi kepada siswanya masing-masing," tuturnya.

Ia mengimbau para pengelola rental warnet untuk tidak melayani anak yang masih menggunakan seragam sekolah. "Kami imbau pemilik warnet maupun playstation untuk tidak membuka usahanya pada saat jam belajar siswa, kalau pun ada siswa yang mau bermain untuk dicegah. Mari kita bersama-sama menekan kenakalan remaja," imbuhnya.

Perwakilan Guru SMK PGRI Imam Faz mengakui ada beberapa siswanya yang diamankan Satpol PP. Imam berjanji akan memberikan sanksi kepada para siswa yang membandel dan mengharapkan Satpol PP untuk lebih mengintensifkan razia agar tidak ada lagi pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung. "Nanti siswa ini kita serahkan ke guru BP untuk diberikan pembinaan," katanya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook