Apel Pagi Dijadikan Monitoring Kedisiplinan Pegawai

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 22 November 2018 - 10:13:28 WIB   |  dibaca: 319 kali
Apel Pagi Dijadikan Monitoring Kedisiplinan Pegawai

APEL PAGI : Sekmat Purwakarta (kanan-red) saat melakukan sidak apel pagi di Kantor Kelurahan Pabean, kemarin.

CILEGON – Tidak adanya finger print di kelurahan, membuat pimpinan Pemerintahan Kecamatan Purwakarta melakukan monitoring melalui apel pagi. Hal itu untuk memastikan apakah pagawai disiplin atau tidak masuk pagi.

Sekretaris Camat (Sekmat) Purwakarta, Wawan Ihwani mengatakan, kegiatan monitoring lewat apel tersebut rutin dilakukan oleh pihaknya dengan langsung ke kelurahan. Hal tersebut untuk memastikan absensi kehadiran saat jam kerja yang selalu dilaporkan benar bukan manipulasi.


"Tingkat kehadiran dan disiplin pegawai di lingkungan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kami hampir rata-rata 93 persen. Ini menunjukan jika pegawai sudah cukup memiliki kesadaran akan tugasnya sebagai ASN,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (21/11).


Dikatakan, monitoring tersebut juga merupakan bentuk implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang harus berjalan di setiap kelurahan. “Ini juga dalam bentuk kami melaksanakan PP 53/2010 tentang Disiplin. Kami ingin semua pegawai mampu menaati apa yang sudah ada dalam aturan tersebut,” imbuhnya.


Untuk lebih meningkatkan disiplin, Wawan berharap kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon untuk mengadakan finger print di setiap kantor kelurahan. Caranya, dengan mengusulkan dalam mandatori Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pendapatan Keuangan Asli Daerah (BPKAD) Kota Cilegon. “Mereka (BKPP Kota Cilegon_red) harus mengusulkannya langsung, sehingga nanti dalam DPWKel bisa dianggarkan untuk pengadaan finger,” jelasnya.


Sementara itu, Camat Purwakarta, Balukia Ikbal mengungkapkan, sidak atau monitoring apel pagi semata-mata untuk mendisipliknan pegawai. Sebab, seorang pelayan publik harus bisa datang tepat waktu, sebelum warga yang butuh pelayanan datang. “Sikap disiplin ini merupakan bagian yang paling penting sebagai abdi negara. Harus tepat waktu untuk bisa menghalalkan apa yang diterimanya juga dari negara,” ungkapnya.

Balukia menambahkan, sebagai pelayan terkadang ada saja pegawai yang langsung datang ke masyarakat terlebih dahulu, sehingga tidak sempat melakukan apel pagi. Namun, selama kegiatan tersebut dilaporkan kepada pimpinan, maka masih ada toleransi yang diberikan. “Kadang namanya lurah, seklur atau kasi tidak sempat datang apel karena menghadiri acara warga. Boleh saja tapi harus memberitahukan kepada pimpinannya,” imbuhnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook