UMKM Dituntut Kuasai Teknologi

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 22 November 2018 - 10:34:38 WIB   |  dibaca: 180 kali
UMKM Dituntut Kuasai Teknologi

DIALOG : (kiri-kanan) Kepala Dinas Disperindag Banten Babar Suharso, Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebono, Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo, dan Dekan Fisip Unsera selaku moderator berfoto bersama usai melakukan diskusi Banten Week Business-Banten Expo 2018 yang digelar Pemprov Banten, di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (21/11).

SERANG – Memasuki gelombang industri keempat, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banten dituntut kreatif, inovatif dan mengusai kemajuan teknlogi terknini agar dapat memenangkan persaingan pasar global.


Hal ini terungkap saat diskusi Banten Week Business, pada pameran Banten Expo 2018 yang digelar Pemprov Banten, di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (21/11).
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Agoes Soebono, dan Dekan Fisip Unsera selaku moderator.


“UMKM Itu harus pandai membaca arah permintaan (pasar) kedepan. Jadi carilah produk-produk, pertama yang dibutuhkan dan yang keduanya kekinian. Tujuannya apa? Supaya punya daya jual. Nanti kalau sudah seperti itu, mereka akan mudah untuk menjualnya,” ujar Rahmat Hernowo.


Selain itu kata Wowo, agar pelaku UMKM tidak mudah redup dan gulung tikar, mereka juga harus terbiasa dengan penguasaan penggunaan internet.“Yang kedua, gunakanlah kemajuan-kemajuan tekonologi. Jadi misalkan sekarang kan ada economic digital. Gunakanlah fasilitas internet, Whatsap dan medsos lainya untuk mengenalkan produk sekalian memasarkan,” katanya.


Pasalnya menurut Wowo, cara tersebut relatif lebih murah dari segi biaya pemasaran produk dan bisa menjangkau ke seluruh penjuru dunia.“Misalnya kita taroh di Facebook atau di Instagram itu bisa menjangkau keseluruh dunia,” katanya.


Sementara itu terkait aspek permodalan yang relatif sulit diakses UMKM, pihaknya menyarankan agar UMKM menjalankan usahanya dengan penuh kreatif.“Jangan menjadikan modal itu sebagai kendala kalau menurut saya. Memang kadang-kadang kita berfikir, modal ini jadi tantangan.

Tapi yang perlu diutamakan adalah soal kreatifitas. Kalau kita kreatif modal itu akan datang dengan sendirinya dan menyesuaikan (susai kebutuhan),” katanya.“Bahkan waktau dahulu saya jadi petugas pemberi kredit dari sebuah bank, kami itu mencari UMKM-UMKM yang potensial untuk diberikan kredit. Tetapi yaitu syaratnya harus kreatif dan punya prospek yang baik kedepan,” sambung Wowo.


Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Agoes Soebono mengungkapkan, berdasarkan catatan BPS jumlah pelaku usaha di Provinsi Banten hamper menembus satu juta.“Pas nya itu 972 jenis usaha, mulai dari tukag ojek sampai dengan yang golden company. Dan sebagian besar yang ada di Banten ini adalah UMKM. Jadi yang usaha-usaha kecil itu jumlahnya kecil,” kata  Agoes Soebono. (ismet)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook