Jumlah Penduduk Banten Capai 12,7 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 30 November 2018 - 12:23:47 WIB   |  dibaca: 1253 kali
Jumlah Penduduk Banten Capai 12,7 Juta

SOSIALISASI : Suasana sosialisasi BKKBN Banten tentang Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi kepada puluhan ibu di halaman Kantor Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/11).

KAB. TANGERANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten mencatat, hingga tahun 2018 jumlah penduduk Banten mencapai 12,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Banten menempati urutan penduduk terbanyak kelima di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat,  Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Sumatera Utara.


Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana dan Kesehatan Repruduksi BKKBN Banten, Nurizky Permanajati mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Banten, laju pertumbuhan penduduk pada Juni 2018 sebesar 1,94 persen, masih di atas angka rata-rata nasional sebesar 1,19 persen.

"Sehingga kita mempunyai tugas untuk mengatur jumlah penduduk dan angka kelahiran," kata Nurizky saat menggelar Sosialisasi Promosi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) Berkualitas dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di halaman kantor Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/11).


Menurutnya, pemerintah daerah juga harus mempunyai komitmen, salah satunya dengan meningkatkan kompetensi pemberi layanan metode kontrasepsi jangka panjang.
Ditambahkan Nurizky, Kabupaten Tangareng sendiri menempati posisi rangking kedua untuk tingkat kematian ibu saat melahirkan.

Sehingga, perlu kerja keras untuk meningkatkan layanan kesehatan pada kelompok perempuan. "Kegiatan ini juga untuk promosi meningkatkan cakupan pelayanan berkualitas dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluarga berencana dan kesehatan," tambahnya.


Untuk memberikan rasa nyaman, lanjut dia, masyarakat harus memiliki asuransi jaminan kesehatan, salah satunya BPJS Kesehatan. Karena dengan terdaftar sebagai peserta, masyarakat yang sehat bisa menolong yang sakit, dan yang sakit bisa tertolong karena berobatnya menjadi mudah. "Ibu-ibu harus mempunyai kartu BPJS agar pelayanannya pun juga baik," imbaunya kepada ratusan peserta sosialisasi yang didominasi kaum perempuan.


Terkait program KB, sosok yang biasa disapa Kiki ini mengatakan, KB tidak hanya sebatas alat kontrasepsi melainkan juga tentang konseling kesehatan reproduksi. "Jadi dengan ikut KB, kesehatan reproduksi juga terjaga, karena bisa mendapatkan layanan konseling dari petugas," pungkasnya. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook