Demo Pemkot, Mahasiswa dan Sopir Ambulans Nyaris Bentrok

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 30 November 2018 - 12:35:45 WIB   |  dibaca: 316 kali
Demo Pemkot, Mahasiswa dan Sopir Ambulans Nyaris Bentrok

DEMO : Mahasiswa kembali mengelar unjuk rasa di Kantor Balikota Tangsel, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Kamis (29/11). Mereka menuntut agar walikota mengganti lurah yang masih pelaksana tugas (Plt) dan bukan ASN.

KOTA TANGSEL - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HMI) Komisariat Pamulang kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Kamis (29/11).


Dalam aksi ini, mahasiswa meminta Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany segera mengganti tujuh jabatan Pelaksana Tugas (Plt) lurah yang bukan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pantuan wartawan, mahasiswa berunjuk rasa dengan menggunakan sebagian Jalan Raya Maruga-Ciputat. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di jalan tersebut.

Suasana menjadi ricuh saat satu unit ambulans hendak melintas terhalang oleh aksi massa. Sopir ambulans tersebut mencoba membunyikan sirine mobil agar masa memberikan jalan. Mendengar suara itu, mahasiswa terpancing mendekati dan menggebrak mobil ambulans itu. ”Siapa yang gebrak-gebrak tadi. Saya bawa pasukan nanti,” ujar sopir berperawakan tinggi itu.


Para mahasiswa justru melakukan perlawanan. Namun sopir ambulans itu tidak gentar, dirinya melakukan perlawanan balik. Cekcok mulut yang nyaris adu jotos bisa diredam oleh Tokoh Masyarakat Kecamatan Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Udin Beko yang kebetulan berada di lokasi. “Saya sebagai senior meminta maaf kepada bapak. Maklum adik-adik mahasiswa ini masih berjiwa muda,” singkatnya. Mendengar permohoan maaf itu, sopir ambulans kembali ke mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu, Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Arifin Jibril mengatakan, mahasiswa menggelar unjuk rasa ini untuk mendesak agar Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany segera mengganti lurah yang masih berstatus pelaksana tugas dan bukan ASN. “Mengapa bisa sampai ada pembiaran keberadaan lurah non PNS. Saat ini masih ada sejumlah lurah yang masih belum dilantik. Sekurangnya ada tujuh Kelurahan yang lurahnya belum diganti dengan alasan belum ASN,” ujarmya.


Menurutnya, keputusan walikota yang tidak mengganti Plt Lurah belum ASN menyalahi aturan perundang undangan yang berlaku, diantaranya Pasal 229 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dalam UU Pemerintah Daerah disebutkan bahwa lurah diangkat walikota/bupati atas usul sekda dari PNS yang memenuhi persyaratan. “Jika walikota tidak mengganti Plt Lurah yang bukan ASN itu. Kami akan kembali berunjuk rasa,” pungkasnya.


Menangapi hal ini, Wakil Walikota Tangsel, Beyamin Davnie mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa yang menggelar unjuk rasa itu tidak didukung fakta yang ada. Pasalnya, di Kota Tangsel sudah tidak ada lagi Plt lurah dan lurah yang dijabat oleh bukan ASN. Artinya, semua lurah yang ada di Tangsel saat ini dijabat oleh ASN. “Dalam kesempatan ini saya sampaikan. Khususnya kepada adik-adik mahasiswa bahwa sekarang di Tangsel lurah dijabat oleh ASN,” kata Benyamin kepada wartawan melalui telepon.


Benyamin menambahkan, saat ada tim dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berkunjung ke Kantor Balikota beberapa hari lalu, Walikota Tangsel langsung melakukan perombakan jabatan Lurah yanhg saat itu memang masih ada Plt Lurah yang dijabat oleh bukan ASN. “Sekali lagi saya tegaskan, Mahasiswa itu tidak tahu informasi. Udah Tidak ada lagi lurah Plt dan jabatan lurah bukan ASN,” pungkasnya. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook