Lelang Aset, Pemprov Raup Rp 1,24 M

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 30 November 2018 - 14:26:30 WIB   |  dibaca: 425 kali
Lelang Aset, Pemprov Raup Rp 1,24 M

LAKU TERJUAL : Kendaraan roda empat milik Pemprov Banten yang dilelang terparkir di halaman Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (29/11).

SERANG – Pemprov Banten melelang barang milik daerah (BMD) berupa 44 kendaraan dinas roda dua dan empat, 12 bongkaran bangunan gedung RSUD Malingping serta alat perlengkapan kantor (APK), Kamis (29/11). Dari hasil lelang, pemprov berhasil menambah pundi-pundi kas daerahnya senilai Rp 1.240.203.878.Pelaksanaan lelang dan penetapan pemenang dilaksanakan di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang.


Informasi yang dihimpun, lelang yang dilakukan melalui perantara Kantor Pelayanan Keyakaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang terdiri dari 30 slot itu terjual seluruhnya. 44 kendaraan dinas yang dilelang terdiri atas 31 kendaraan dinas roda empat. Rinciannya, 27 kendaraan roda empat  dilelang satuan dan 4 unit dilelang dengan sistem paket.


Kemudian ada kendaraan dinas roda dua sebanyak 13 unit yang terdiri atas 1 unit yang dilelang satuan dan 12 unit dilelang dengan sistem paket. Dari lelang kendaraan dinas, pemprov memeroleh Rp 1.044.603.778 melebihi harga limit yang ditetapkan senilai Rp 359.803.000.


Raihan melebihi limit juga terjadi pada lelang bongkaran 12 bangunan gedung RSUD Malingping yang dilelang dengan sistem paket.  Pemprov meraih Rp 183.100.100 dari harga limit Rp 42.580.700. Sedangkan untuk APK dilakukan lelang konvensional dengan perolehan Rp 12.500.000.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Dwi Sahara mengatakan, lelang BMD merupakan kegiatan rutin tahunan. Dari setiap penyelanggaraannya, pemprov selalu memeroleh hasil di atas harga limit.  “Lelang aset hasilnya selalu menggembirakan, selalu di atas nilai limit yang ditetapkan,” ujarnya.


Ia menuturkan, lelang BMD dilakukan sebagai langkah penghapusan aset milik pemprov. Metode lelang dilakukan karena aset yang akan dihapus masih memiliki nilai ekonomis. Teknis lelang kali ini dilakukan dengan dua jenis yaitu lelang satuan dan sistem paket.“Kalau kendaraan dinas yang masih bisa jalan itu dilelang per unit. Kalau yang kondisinya agak (rusak) berat itu per paket. Untuk bongkaran 12 bangunan gedung RSUD Malingping itu sistem paket,” katanya.


Dwi menjamin, tidak ada rekayasa dalam proses lelang karena seluruhnya dilakukan melalui sistem tertutup. “Tidak ada main mata, semua dilakukan lewat internet. Tidak ada yang tahu berapa yang menawar, berapa harga tertinggi. Aplikasi ini sepenuhnya menjadi kewenangan KPKNL. Kami tidak bisa ikut campur,” ungkapnya.


Pj Sekda Banten Ino S Rawita mengaku, sangat senang karena dari lelang tersebut mampu memeroleh pemasukan kas daerah yang cukup besar. “Saya tadi (kemarin -red) menyaksikan langsung dan saya senang sekali. Tadi terkumpul dari yang dilelang sampai Rp 1 miliar, jadi nanti pemasukan di kita untuk kas daerah,” tuturnya.


Mantan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lebak itu meminta, kepada BPKAD agar ke depan  melakukan hal serupa terhadap aset-aset yang dirasa sudah kurang layak pakai. “Mudah-mudahan aset-aset kita yang sudah rusak bisa dikelompokan (untuk dilelang). Dari pada disimpan begitu saja, lebih baik dilelang.

Yang lelang juga jelas, KPKNL. Terbuka sekali semuanya,” pungkasnya.Sementara itu bagi para pemenang lelang, KPKNL Serang memberi batas waktu pelunasan selama enam hari pasca penetapan pemenang atau selambat-lambatnya pada 6 Desember. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook