3 Pencuri Motor Ditembak

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 30 November 2018 - 14:30:25 WIB   |  dibaca: 1178 kali
3 Pencuri Motor Ditembak

MAKIN MASSIF : Kapolsek Cikande Kompol Kosasih memperlihatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap beroperasi di Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang, kemarin.

SERANG - Petugas Polsek Cikande, Kabupaten Serang, menembak tiga orang spesialis pencurian sepeda motor yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Mereka adalah Irwan Effendi (30), Junaidi (19) dan YG (15), warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung, Provinsi Lampung.


Kapolsek Cikande Kompol Kosasih mengatakan pengungkapkan kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukumnya itu bermula dari laporan masyarakat dari Kampung Kebon Jeruk, RT03/03, Desa Parigi, Kecamatan Cikande pada 25 November 2018. "Kita mendapatkan informasi, jika motor Honda Beat berplat nomor A 3456 HJ yang dicuri terlihat di wilayah Pamarayan. Kemudian, kami bersama korban meluncur ke sana," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Kosasih, polisi bersama korban kemudian melakukan penyergapan di Kampung Panyabrangan, Kecamatan Pamarayan saat hendak menjual barang curiannya. Saat disergap, pelaku berusaha melawan. Bahkan satu pelaku berhasil melarikan diri dengan cara melompat ke Sungai Ciujung.


"Pelakunya empat orang, tiga orang terpaksa kita tembak karena berusaha melawan dan mengantisipasi adanya korban. Sebab di lokasi banyak masyarakat yang melihat. Satu pelaku berhasil kabur dengan cara melompat ke sungai dengan kedalaman 15 meter," ujarnya.


Lebih lanjut, Kosasih menambahkan dari pengakuan pelaku, ketiganya sudah mencuri 16 kendaraan di wilayah hukum Polres Serang dan Polres Kabupaten Tangerang. Setiap satu unit kendaraan dijual dengan harga Rp2 juta."Dari ketiga tersangka ini kita amankan empat unit sepeda motor," tambahnya.


Kosasih mengungkapkan, dari ketiga pelaku yang diamankan, satu pelaku masih dibawah umur dan masih proses pelatihan mencuri. Setiap bulannya, pelaku ranmor itu selalu berganti-ganti orang dengan sistem shift."Mereka bergantian, kelompok ini bekerja 4 orang. Mirisnya, satu pelaku masih dididik atau traning dilatih untuk mencuri," ungkapnya.


Kosasih menegaskan ketiga pelaku dapat dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
"Modusnya yaitu merusak kunci motor dengan menggunakan kunci letter T," katanya.


Guna mencegah terjadinya pencurian sepeda motor, Kosasih meminta masyarakat lebih hati-hati ketika berada di tempat yang ramai, ataupun menyimpan kendaraan dan tidak lupa melakukan kunci ganda."Pelaku biasanya beraksi disaat masyarakat lengah dan jam-jam rawan, menjelang Magrib hingga Isya," katanya.


Sementara itu, YG, salah satu pencuri di bawah umur, membenarkan diajak oleh ketua komplotannya yang berhasil melarikan diri untuk belajar mencuri. Selama satu bulan berada di Kabupaten Serang, dia sudah mengikuti lima aksi pencurian. "Yang ngajak Yanuar (DPO), saya nggak belum pernah ngambil, cuma disuruh melihat saja. Sudah lima kali," katanya.


Menurut YG, setiap kali beraksi dia dan ketiga temannya tersebut berhasil membawa kabur dua unit sepeda motor. Untuk hasil penjualan motor dirinya mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu hingga Rp 1 juta."Motor dijual Rp2 juta, saya cuma kebagian Rp500 ribu, kadang Rp1 juta," ujarnya.


Di lain tempat, pemilik motor, Muhammad UU Jamaludin bersyukur motor yang sempat dicuri oleh pelaku berhasil ditemukan kembali oleh polisi dan langsung dikembalikan kepadanya. "Terima kasih, berkat kerja keras pak Polisi, motor saya bisa kembali lagi," katanya. (darjat)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook