Sakit karena Kedinginan, Pecundangi Tiga Karateka Eropa

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 03 Desember 2018 - 12:24:56 WIB   |  dibaca: 525 kali
Sakit karena Kedinginan, Pecundangi Tiga Karateka Eropa

BANGGA : Rahmatullah Bagus Putra, karateka asal Cilegon yang menjadi juara III turname karate di Belgia, beberapa waktu lalu.

CILEGON – Rahmatullah Bagus Putra (12), bocah asal Lingkungan Ramanuju Baru, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon, ini menorehkan prestasi membanggakan. Meski masih belia, putra dari pasangan Agus Supriyatna dan Emiliawati ini mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Bagus sendiri baru saja meraih juara III turnamen karate di Belgia.Benar apa kata pepatah, ‘bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’ itulah yang dialami Bagus.


Siswa Sekolah Dasar (SD) YPWKS 1 Cilegon ini, mewakili Indonesia dalam turnamen karate dunia ‘Open International De Karate De La Province De Liege 2019’ yang diselenggarakan di Herstal Belgia.Bagus mampu meraih juara tiga turnamen karate kelompok umur 12-15 tahun yang diselenggarakan di Belgia, 17-20 November 2018.

Perjalanan Bagus untuk berprestasi di benua biru berawal saat Ia menjuarai Olimpiade Olahraga Sains Nasional (O2SN) pada September lalu. Bagus dipanggil pelatnas oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) untuk mengikuti turnamen karate internasional di Belgia. Sebelum berangkat ke Belgia, Bagus terlebih dahulu menempa fisiknya dalam pemusatan latihan di Jakarta, sekitar dua pekan.


“Pemusatan latihan di Jakarta sekitar dua minggu sebelum saya berangkat ke Belgia. Di hotel di Jakarta, saat pelatihan juga suhu udaranya didinginkan hingga 16 derajat. Ini sebagai upaya pelatih untuk membiasakan saya dengan iklim di Eropa yang dingin,” kata Bagus ditemui di rumahnya, Sabtu (1/12).


Bagus pulang dari kejuaraan itu pada 22 November lalu.Benar saja, setibanya di Belgia pada 17 November, Bagus sakit. Badannya menggigil lantaran belum terbiasa dengan cuaca di eropa yang dinginnya hingga di bawah 5 derajat celcius.Meski sakit sebelum bertanding, tak menyurutkan mentalnya untuk unjuk gigi di pentas dunia itu.
 
Untuk menghangatkan tubuhnya, Bagus menggunakan jaket yang tebal dan rangkap dua saat pemanasan. Waktu pemanasan juga lebih lama, karena dinginnya cuacanya."Saat bertanding sebenarnya masih merasakan sakit, tapi saya paksakan, karena sudah jauh-jauh ke sini untuk mewakili Indonesia,” ungkap Bagus kepada Banten Raya.
Usaha yang dilakukan Bagus tak sias-sia. Dalam turnamen tersebut, Bagus mampu mengalahkan satu persatu karateka asal Eropa.


Pertandingan pertama, Bagus bersua wakil Italia, dan berhasil ia taklukan. Setelah menggugurkan wakil dari negeri Pizza ini, bocah asal Citangkil ini mengalahkan Belgia.
Tak butuh banyak tenaga, Bagus mampu menang mudah atas karateka tuan rumah ini. Bagus pun melenggang ke perempatfinal. Giliran wakil Jerman dibuatnya bertekuk lutut. Namun, langkah Bagus untuk menjadi juara harus kandas di semifinal.

“Di empat besar atau semifinal bertemu karateka Perancis, saya kalah tipis. (Pada) perebutan juara ketiga, saya ketemu wakil Indonesia lainnya. Alhamdulillah, saya menang dan bisa naik podium melihat Merah Putih bisa berkibar di Belgia,” kata Bagus tersenyum.

Keberhasilannya di ajang karate yang dilakukan di negara yang beribukota Burssel ini, kata Bagus, berkat dukungan doa banyak pihak. Orangtua, teman-teman di sekolah, warga Cilegon, Pemerintah Cilegon, dan pemerintah Indonesia, menjadi penyemangatnya.


Meskipun saat bertanding di luar negeri tidak banyak suporter yang hadir. “Pendukung kita yang bersorak-sorak ya sesama atlet sama pelatih karate Indonesia yang tidak sedang main. Berbeda dengan tuan rumah, yang pendukungnya banyak,” ujar siswa Kelas VI SD YPWKS 1 ini.

Atas juara yang diterohkan, Bagus menerima piala, sertifikat, serta uang pembinaan.Dukungan dari Pemkot Cilegon terlihat saat sebelum berangkat ke Belgia, Bagus diundang oleh Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi. “DUkungan dari semua pihak menjadi penyemangat saya,” kata Bagus.Paska kejuaraan ini, Bagus tidak lantas berhenti berlatih.   

Dalam waktu dekat, Bagus akan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurporv) Karate di Banten. Ia mengaku sedang melakukan persiapan.Bagus juga berkeinginan mengikuti turnamen terbuka di negara-negara lain. Impiannya, bisa menjadi atlet karate yang bisa mewakili Indonesia di kancah internasional seperti Asian Games atau Olimpade. “Saya terus berlatih, dan terus meningkatkan kualitas latihan,” katanya.

Ibunda Bagus, Emiliawati mengaku sangat bangga atas prestasi putranya. Menurutnya, olahraga yang mengantarkan Bagus berprestasi itu baru diteknui sekitar lima tahun.
Emil-panggilan akrab Emiliwati, mengatakan bahwa anaknya tidak memiliki darah atlet. “Awalnya saat SD di SD YPWKS 1, kan ada ekskul karate, kami sarankan untuk ikut karate saja dan Bagus mau. Mulai dari situ, Bagus rutin latihan.

Sampai saat ini, setiap hari Senin sampai Jumat juga berlatih setiap sore sekitar dua jam bersama atlet-atlet binaan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kota Cilegon. Saat Sabtu, berlatih di klub di luar,” ungkapnya.

Emil mengatakan, saat ini ia sedang mencari sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang unggul dalam bidang olahraga. Agar setelah lulus SD, skill karate Bagus semakin berkembang lagi. “Harapannya bisa menjadi atlet nasional atau internasional,” ucapnya.(AINUL GILLANG)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook