2019, Honor Guru Bakal Naik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 03 Desember 2018 - 12:36:30 WIB   |  dibaca: 26870 kali
2019, Honor Guru Bakal Naik

HARI GURU : Kepala Bappeda, Ratu Ati Marliati bersama ratusan guru dalam acara HGN di SDN 1 Kubang Sepat, kemarin.

CILEGON - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati memastikan honor daerah (Honda) bagi para guru honorer naik pada 2019. Selain kenaikan honor, guru honorer juga akan mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan."Kami pastikan tahun depan (2019) gaji guru honorer naik.

Untuk besarannya kami tidak bisa sampaikan. Namun yang pasti disesuaikan dengan kemampuan anggaran," kata Ati yang juga Ketua Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon usai memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Guru Nasional yang diadakan oleh PGRI Kecamatan Citangkil di Halaman SDN 1 Kubang Sepat, kemarin.


Ati juga memastikan guru honorer akan diberikan jaminan kesehatan gratis, sehingga para guru bisa mengakses kesehatan secara cuma-cuma karena akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon."Selain honor kami juga berikan jaminan kesehatannya untuk guru honorer. Hitung-hitungannya masih bisa pas untuk BPJS," singkatnya.

Dalam acara peringatan Hari PGRI itu, PGRI Kecamatan Citangkil ingin gedung PGRI secara permanen.Ati menambahkan, soal keinginan adanya gedung tersebut bisa diusulkan sehingga dilakukan pada anggaran 2020.

Sebab, pengajuan hibah untuk pembanguan harus dilakukan satu tahun sebelumnya."Kami tentu mendukung kebutuhan yang disampaikan. Sebab hal itu akan semakin meningkatkan kinerja guru. Pada tahun depan bisa disampaikan. Semoga anggaran bisa dialokasikan," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali mengamini jika anggaran untuk Honda guru naik. Besarannya antara Rp450 ribu sampai Rp500 ribu perbulan."Yang pasti naik. Ini adalah komitmen kami dalam membangun kualitas pendidikan," ringkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Supardi Gofar mengungkapkan, pihaknya mengajukan kenaikan honor daerah bagi guru honor sebesar Rp700 ribu perbulannya. Ada kurang lebih 2.000 guru honor di Kota Cilegon yang nasibnya bergantung pada honor daerah dan dana BOS."Kami mengajukan lebih dari itu (Rp 450 ribu-Rp 500 ribu). Harapannya bisa lebih. Sebab, kebutuhan setiap tahunnya juga semakin mahal," ungkapnya.

Supardi menambahkan, selain kenaikan, berharap honor juga bisa diberikan setiap bulan. Sebab selama ini honda dicairkan setiap pertriwulan sekali, sehingga para guru harus memenuhi kebutuhan dengan mengutang di warung."Sudah nilainya minim diberikan setiap tiga bulan. Kami harap bisa dicairkan setiap bulannya," imbuhnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook