JB Kritik Kinerja Pemda

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 03 Desember 2018 - 12:48:03 WIB   |  dibaca: 398 kali
JB Kritik Kinerja Pemda

SANTUNAN : Bupati Iti Octavia Jayabaya memberikan santnan berupa uang kepada anak yatim di halaman GOR, Pasir Ona, Rangkasbitung, Sabtu (1/12).

RANGKASBITUNG- Tokoh masyarakat (tokmas) Kabupaten Lebak Mulyadi Jayabaya mengkritisi kinerja Pemkab Lebak yang dinilai kurang responsif terhadap masalah sengketa lahan proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Pernyataan itu disampaikan JB dalam sambutannya di acara riung mungpulung memperingati HUT ke-190 Kabupaten Lebak, di Aula Multatuli, Minggu (2/12)."Pemda supaya proaktif menanggapi permasalahan antara pelaksana pembangunan jalan tol dengan masyarakat. Kalau terganggu rugi kita," kata JB.


Menurut mantan bupati Lebak ini, usia Kabupaten Lebak sudah 190 tahun. Artinya Lebak sudah tua, dan sudah harus ada perubahan. "Kerjanya ini tidak cukup bupati dan wakil bupati saja, tapi harus didukung seluruh pegawainya. Jangan per orangan tetapi kerja tim," jelasnya.


JB mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, target pembangunan jalan tol Serang-Cibadak selesai pada tahun 2019. Kemudian pembangunan Cibadak-Cileles pada kilometer 50 selesai sampai 2020. Namun JB menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait tanah yang belum dibebaskan, tetapi sudah digarap untuk pekerjaan pembangunan jalan tol.


"Sekarang masih ada sengketa, ada tanah masyarakat belum dibayar tapi sudah dikerjakaan, dan ada tanah beda harganya, makanya ada demo-demo kan. Ya makanya saya sampaikan kepada pemda harus turun menjembatani supaya pembangunan tak terhambat karena sangat dibutuhkan oleh kita, maka segera percepatan penyelesaian administrasi tanah. Pemkab harus mengngambil langkah tegas," ujarnya


Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya berjanji pihaknya akan melakukan perbaikan di semua bidang, agar pembangunan Kabupaten Lebak lebih maju. Termasuk proyek jalan tol. "Terkai jalan tol, kita terus melakukan komunikasi dengan BPN.

Lalu Asda I melakukan komunikasi dengan masyarakat. Berkaitan harga tanah berbeda bukan kita yang menilai, tapi tim appraisal. Kalau kita hanya sebatas memfasilitasi masyarakat dengan BPN dan PT Wika selaku pelaksana proyek pembangunan jalan tol," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook