17 Penderita HIV/AIDS di Tangsel Meninggal

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 03 Desember 2018 - 13:44:12 WIB   |  dibaca: 249 kali
17 Penderita HIV/AIDS di Tangsel Meninggal

TERUS MENINGKAT : Sejumlah siswa di Kota Tangsel mengelar aksi sosial untuk memperingati Hari AIDS sedunia di Pertigaan Alam Sutra, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel beberapa waktu lalu.

KOTA TANGSEL - Kasus pengidap HIV/AIDS di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten, angka kumulatif penderita HIV AIDS di Tangsel hingga Maret 2018 mencapai 598 pasien. Dengan rincian, penderita yang masih mengonsumsi pengobatan antiretroviral (ARV) adalah sebanyak 446 orang.  Sedangkan, 17 penderita di antaranya telah meninggal dunia.


Sekretaris KPA Banten Encep Mukardi menjelaskan, penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) cukup tinggi di wilayah Kota Tangsel. Bahkan, bukan hanya di Kota Tangsel. Peyebaran HIV/AIDS juga menunjukan tren peningkatan di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Selain di Tangsel, Kabupaten Tangerang tercatat ada 1.162 penderita, Kota Tangerang mencapai 955 penderita. “Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Tangsel dari Maret hingga akhir November 2018, berkurang menjadi 446 orang karena 17 di antaranya telah meninggal,” kata Encep kepada wartawan melalui telepon, Minggu (2/12).


Encep Mengatakan, jumlah penderita di Kota Tangsel yang ada di data kemungkinan bisa bertambah atau tidak sesuai jumlah riil di lapangan karena tidak semua penderita HIV/AIDS mengetahui dan mau terbuka soal kondisi medis mereka. Selain itu, jumlah lokasi rawan HIV/AIDS yang meningkat pesat di Kota Tangsel yang menjadi dasar  di Kota Tangsel penderita bisa meningkat. "Jumlah mereka yang terdata, bisa saja tidak sesuai dengan data di lapangan karena penyakit HIV/AIDS ini sulit untuk mendeteksinya. Jadi ada semacam beban tersendiri bagi penderita atau keluarganya," katanya


Encep menyebut ada dua pemicu penyebaran virus mematikan sistem imun tersebut terjadi yakni perilaku seks tak sehat serta penggunaan jarum suntik. Untuk itu, bila ingin terhindar dari peyakit itu, agar menghindari dua hal tersebut. “Hindari seks bebas dan narkoba pasti terhindar dari HIV/AIDS,” ujarnya.


Ketua DPRD Tangsel Moch Ramli mengaku prihatin dengan jumlah penderita di Kota Tangsel. Untuk itu, dirinya mendorong agar Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany segera mengambil langkah konkret. Sebab bila temuan tak kunjung ditindaklanjuti, jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah. "Saya mendorong Pemkot Tangsel untuk segera menangani dengan tingkat keseriusan, serta harus bisa memproteksi penyebaran virus HIV/AIDS. Saya berkeyakinan lambat laun penderita ini akan bertambah kalau tidak ditangani dengan cepat," katanya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook