Edi Janji Berikan Ganti Rugi Gusuran Warga Cikuasa

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 10:59:08 WIB   |  dibaca: 231 kali
Edi Janji Berikan Ganti Rugi Gusuran Warga Cikuasa

BENDERA PATAKA : Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi menyerahkan pataka kepada Ketua LKBH Korpri Kota Cilegon Bambang Hario Bintan, kemarin.

CILEGON – Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi berjanji memberikan ganti rugi lahan gusuran kepada warga Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Edi mencoba menyiapkan skema penggantian dari anggaran CSR (coporate social responsibility). Hal tersebut diungkapkan Edi saat memberikan sambutan acara Pengukuhan Pengurus Lembaga Konsiultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (4/11).


Edi menjelaskan, meski secara hukum tata negara sudah ada keputusan atas kasasi dari Mahkamah Agung (MA) jika Pemkot Cilegon telah sesuai aturan dalam eksekusi lahan itu.
Namun, kata Edi, dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri (PN) Serang, memutuskan mengabulkan sebagian tuntutan korban gusuran Cikuasa untuk diberikan ganti rugi sebesar Rp6 miliar. “Kasasi atau PTUN kita menang. Namun di PN Serang perdatanya kita tetap harus mengganti. Sementara melalui uang daerah tidak diperbolehkan, paling nanti diselesaikan lewat CSR,” katanya.

 

Dikatakan, ganti rugi lahan itu diberikan melalui CSR, karena jika melalui anggaran pemerintah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menurut MA melanggar aturan.
Ia juga mengaku sudah berkonsultasi dengan DPRD Kota Cilegon dan kejaksaan soal penggantian rugi tersebut. Hasilnya, kata Edi, tetap saja tidak diperbolehkan dan melangar aturan.
 
“Harus bagaimana lagi? Saya melalui CSR (Cilegon CSR/CCSR_red) bagaimana bisa terselesaikan. Saya tidak ingin ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang tidak selesai-selesai. Nanti, Fahmi (Ketua CCSR_red) yang akan mengurusnya,” imbuhnya.


Sementara itu, Ketua CCSR, Haluful Fahmi menjelaskan, secara langsung sudah ada permintaan dari Edi. CCSR akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait. Sebab, ganti rugi yang akan dilakukan oleh CCSR juga tidak bisa berbentuk uang secara tunai, melainkan program, seperti program sosial, kesehatan atau pendidikan.

 “Jika lewat CCSR bentuknya uang itu tidak bisa, regulasinya tidak boleh. Nanti bentuknya bantuan sosial, kesehatan atau pendidikan yang sifatnya program. Secara internal sedang dilakukan penggodokan,” jelasnya.


Fahmi mengungkapkan, rencananya pada 2019 ganti rugi lahan bagi warga Cikuasa tersebut akan dilakukan. Sebab, hal tersebut juga masuk dalam program yang dilakukan CCSR. “Kami akan menyisir lagi ke industri-industri. Industri mana saja nanti yang akan terlibat dalam program tersebut. Namun, sekali lagi kita tidak bisa berikan secara tunai,” ungkapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook