Kali Tumpang Kembali Dipenuhi Sampah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 11:01:26 WIB   |  dibaca: 183 kali
Kali Tumpang Kembali Dipenuhi Sampah

SAMPAH MENUMPUK : Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Jombang, Muhidin meninjau Kali Tumpang yang sudah dipenuhi sampah kembali usai dinormalisasi, Selasa (4/11).

CILEGON – Kali Tumpang di Lingkungan Nyikambang, Kelurahan Sukmaja, Kecamatan Jombang kembali dipenuhi sampah, Selasa (4/11). Padahal, pekan lalu baru dilakukan normalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon.

Pantauan Banten Raya di lokasi, tumpukan sampah di Kali Tumpang terdiri dari sampah rumah tangga dan batang pohon yang tersangkut pada tiang penumpu jembatan irigasi di Kali Nyikambang. Sementara di sisi kanan dan kiri tembok penahan tanah (TPT) kali juga masih terdapat banyak tumpukan sampah bekas normalisasi.


Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Jombang, Muhidin mengungkapkan, banyaknya sampah tersebut adalah hasil kiriman dari Kecamatan Cibeber. Kali Tumpang merupakan pertemuan 3 kali besar di Kota Cilegon, sehingga setiap kali hujan lebat, maka sampah dari wilayah lainnya menumpuk. “Padahal minggu (pekan-red) lalu sudah ada normalisasi. Sampah kiriman datang lagi dari wilayah luar kecamatan kami,” katanya kepada Banten Raya saat meninjau tumpukan sampah Kali Tumpang, Selasa (4/11).


Dengan kondisi tumpukan sampah itu, Muhidin menjelaskan, saat hujan lebat, air akan tertahan, dan dipsatikan mengakibatkan banjir. Di sisi lain, konstruksi jembatan yang ada di atas Kali Tumpang juga sudah mengalami pergesaran. Sebab, TPT yang menopang jembatan sudah rusak. “Sudah masuk musim penghujan, kalau sampah tidak lagi dibersihkan pasti akan semakin menumpuk. Akhirnya warga kembali kebanjiran. Ditambah jembatan juga sudah geser sekitar 10 centimeter. Saya takutnya ambrol dan semakin menghalangi air,” terangnya.


Sementara itu, Lurah Sukmajaya, Ade Risky Kurniawan menyatakan, normalisasi oleh DPURT Kota Cilegon dilakukan secara manual. Hal itu karena medan yang tidak bisa dilalui alat berat. “Itu kemarin dilakukan normalisasi oleh dinas. Namun hanya dilakuan secara manual,” tegasnya.


Ade menambahkan, pada pekan depan, pemerintah kelurahan dan warga akan secara bersama-sama melaukan gotong royong, sehingga Kali Tumpang tidak meulap ketika hujan lebat.“Sudah ada agendanya akan ada gotong royong. Ini masuk musim penghujan biar sampah juga bisa bersih,” imbuhnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook