Keripik Salman Jadi Makanan Ringan Khas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 11:04:29 WIB   |  dibaca: 306 kali
Keripik Salman Jadi Makanan Ringan Khas

PEMBERDAYAAN : Sofiah menggoreng Keripik Salman di rumahnya RT 02, Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Selasa (4/12).

CILEGON – Warga Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon memiliki salah satu makanan khas, yakni Keripik Salman. Makanan ringan berbentuk bundar itu terbuat dari campuran tepung terigu, tapioka, bumbu penytedap dan sedikit kacang hijau.

Pencipta resep Keripik Salman, Sofiah, warga RT 02, Lingkungan Palas, mengatakan, Keripik Salman tersebut adalah keripik yang hanya ada di Kelurahan Bendungan.
Awalnya, kata Sofiah, dirinya sengaja membuat sebuah keripik yang berbeda dengan keripik pada umumnya. Keripik Salman yang berdiameter kira-kira 15 sentimeter itu ada sejak 1997.

“Ini memang saya yang menemukan. Sebenarnya keripik biasa, namun rasanya khas dan berbeda dengan keripik lainnya,” katanya kepada Banten Raya saat melakukan produksi di rumahnya, Selasa (4/11).


Nama Salman untuk kripiknya, Sofiah menjelaskan, baru diberikan pada 2000. Ia menceritakan, saat itu kripiknya diikutkan dalam pameran yang dilakukan oleh Kelurahan Bendungan. Untuk mempermudah penyebutannya, kata Sofiah, maka diberi nama Salman, sama dengan nama suaminya. “Sebelumnya memang sudah diberi nama Keripik Salman, karena suami saya yang melakukan pemasaran bernama Salman,” tegasnya.


Sedikitnya, Sofiah juga menjelaskan, keripik yang dijual Rp 7 ribu per bungkus itu, laku 100 bungkus per hari. Padahal, penjualan hanya dilakukan di rumahnya. "Pembeli biasanya datang sendiri ke rumah," ungkapnya.Dari penjualan itu, Sofiah mengaku mendapat keuntungan Rp 350 ribu perhari.


Dalam proses produksi keripik, Sofiah mengaku dibantu ibu-ibu sekitar rumahnya sebanyak 4 orang. Perhari, karyawannya itu diberi upah Rp25 ribu dengan jam kerja dari pukul 13.00 sampai 17.00 saja. “Lumayan paling sedikit sebenarnya 75 bungkus bisa terjual. Jika sedang banyak maka 100 bungkus bisa habis. Untuk karyawan sendiri masih memberdayaan ibu-ibu sekitar,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Bendungan, Euis Susanti mengungkapkan, Keripik Salman merupakan keripik yang sudah cukup terkenal.Selain rasanya yang gurih, Keripik Salman juga memiliki sambal yang cukup pedas dan berbeda dengan sambal lainnya.


Dalam salah satu acara pameran yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Keripik Salman mendapatkan penghargaan. “Ini memang hanya ada di Palas (Kelurahan Bendungan-red). Makanya ini menjadi makan khas. Keripik Salman bukan hanya dipesan untuk warga lokal, tapi Jepang, Abudabi, Arab juga pernah dikirim,” ringkasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook