Potong Tengkulak, Pemprov Banten Bangun PDP

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Rabu, 05 Desember 2018 - 11:07:19 WIB   |  dibaca: 322 kali
Potong Tengkulak, Pemprov Banten Bangun PDP

RAPAT KOORDINASI : Kadisperindag Banten Babat Suharsi (empat dari kiri) turut menghadiri musyawarah konsultasi publik di Kantor Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Selasa (4/12).

SERANG -  Pemprov Banten akan membangun Pasar Induk atau Pusat Distribusi Provinsi (PDP), di atas lahan seluas 10,33 hektare di Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten.


PDP Banten ini nantinya akan menjadi tempat berkumpulnya hasil pertanian di Provinsi Banten, sebelum dibeli oleh pedagang dari daerah lain."Karena hasil pertanian dari Pandeglang, Lebak, dan daerah lainnya, sebelum dikirim ke provinsi lain, akan kumpul disini," kata Kadisperindag Banten Babat Suharso di Kantor Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Selasa (04/12).


Babar yang menghadiri musyawarah konsultasi publik menjelaskan kalau, para pembeli dari luar Banten, akan membeli kebutuhan barang dagangannya, ke PDP Banten, untuk membeli dalam jumlah banyak.


Sehingga diharapkan, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama petani asli Banten, agar tidak dibeli oleh para tengkulak."Apalagi hasil pertanian dari sini (Kopo). Misalkan emping, pusat nya kan ada di Menes (Kabupaten Pandeglang) sama Waringin kurung (Kabupaten Serang), tapi grosir nya ada disini," terangnya.


Karenanya, Pemprov Banten meminta masyarakat dan seluruh element, untuk saling mendukung pembangunan PDP, dengan mempermudah pembebasan lahan warga yang akan dibangun PDP tersebut."lokasi ini sudah sesuai dengan tata ruang dan Dinas Perindag telah mendapatkan (ijin) itu. Tadi dari pemilik tanah, sudah setuju ini dijadikan lokasi pembangunan," katapetugas dari BPN Kabupaten Serang Ikhsan ditempat yang sama.


Guna menghindari salah bayar dan konflik agraria, petugas BPN sudah memberitahukan ke masyarakat, hanya yang berhak yang akan diberikan uang pembayaran.Setidaknya, ada delapan kriteria yang berhak menerima pembayaran, seperti nadzir (keturunan), mempunyai bukti kepemilikan adat sampai bukti kepemilikan dasar."Kami minta kepada pemilik, tolong dipatok bidang per bidang nya. Supaya nanti saat pelaksanaan, tidak ada lagi sengketa batas," jelasnya.


Secara terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Rahmat Hernowo menyambut baik rencana Pemprov Banten yang akan membangun Pusat Distribusi Provinsi (PDP).“Kami menyambut sangat positif pembangunan Pusat Distribusi Provinsi (PDP). Hal ini akan meningkatkan efisiensi kelancaran distribusi produk pertanian (dalam arti luas) dari produsen ke konsumen, sehingga di satu sisi harga yang diterima petani lebih baik dan yang dibayar oleh konsumen lebih murah,” kata Rahmat Hernowo.


Kata Wowo, keberadan PDP ini diharapkan akan memperbaiki struktur distribusi pasar yang memangkas peran middle-men (perantara). “Pekerjaan rumah selanjutnya adalah membuat pengelola PDP yang profesional dan sebisa mungkin ada keunrungan, sehingga proses bisnisnya bisa berkelanjutan. Sebagai provinsi yang memiliki luasan lahan pertanian (Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang) dan basis konsumen yang besar (Cilegon, Serang dan Tanggerang Raya) selayaknya kita lebih unggul dari Jakarta,” pungkasnya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook